Ahmedabad – Timnas voli putra Indonesia mencetak sejarah dengan meraih gelar juara pertama di ajang AVC Men’s Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan 3-0 (34-32, 25-16, 25-23) pada final yang berlangsung di Naranpura, Ahmedabad, Minggu (28/6/2026). Kemenangan ini sekaligus menjadi balasan atas kekalahan Indonesia di fase penyisihan grup.
Prestasi tersebut menandai pencapaian terbaik Timnas Merah Putih sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen tersebut. Setelah keberhasilan ini, para pemain menerima hadiah sebesar Rp900 juta dari PBVSI dan dijadwalkan mendapatkan penghargaan tambahan dari pemerintah serta berbagai organisasi olahraga.
Dua pemain kunci, Alfin Daniel Pratama yang dinobatkan sebagai Setter Terbaik dan Boy Arnez Arabi sebagai Most Valuable Player (MVP), diperkirakan memperoleh bonus lebih besar dibanding rekan-rekannya.
Namun, media Korea Selatan My Daily menyoroti perbedaan kesejahteraan antara pemain voli Indonesia dan Korea Selatan. Mengutip laporan Kompas, media tersebut menyebut mayoritas pemain liga voli Indonesia menerima gaji sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan selama musim kompetisi, atau sekitar Rp357 juta per tahun.
My Daily memperkirakan Alfin dan Boy, sebagai pemain papan atas di kompetisi domestik, berada di kisaran pendapatan tertinggi tersebut. Meski mengakui perbandingan langsung sulit karena perbedaan biaya hidup dan nilai mata uang, media Korea tetap menyoroti kesenjangan besar jika dibandingkan dengan pemain terbaik di V-League Korea Selatan.
Sebagai contoh, setter utama Timnas Korea Selatan, Hwang Taek-eui, tercatat sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di V-League putra dan putri, dengan total kompensasi mencapai 1,2 miliar won per musim atau sekitar Rp14,3 miliar. Gaji pokoknya sebesar 900 juta won (sekitar Rp10,7 miliar) dan bonus kontrak senilai 300 juta won (sekitar Rp3,6 miliar).
Perbedaan pendapatan yang mencolok ini membuat media Korea menilai kemenangan Indonesia atas Korea Selatan di final sebagai hasil yang cukup mengejutkan.











