Roma – Persaingan di kelas Moto3 kembali memanas menyusul manuver transfer yang dilakukan pembalap muda Jesus Rios. Rival dari pembalap Indonesia Veda Ega Pratama ini dikabarkan tengah berupaya mencari tim baru yang menggunakan spesifikasi motor KTM untuk musim mendatang setelah menunjuk manajer pribadi baru.

Langkah ini diambil Rios setelah ia bergabung dengan agensi milik Hector Faubel, sosok yang juga berperan sebagai manajer bagi pembalap MotoGP Fermin Aldeguer. Berdasarkan laporan dari Sky Sport Italia, Rios ingin segera meninggalkan timnya saat ini, Snipers, demi mendapatkan kursi di tim yang bermitra dengan pabrikan KTM. IntactGP saat ini disebut-sebut sebagai salah satu destinasi utama yang sedang dibidik oleh pihak manajemen Rios.

Keputusan Rios untuk berpindah ke motor KTM didasari oleh dominasi teknis yang ditunjukkan pabrikan asal Austria tersebut di ajang Moto3. Data statistik menunjukkan ketimpangan performa yang cukup mencolok antara KTM dan Honda dalam dua musim terakhir. Dari total 52 balapan yang digelar sejak awal 2024 hingga seri di Assen, Belanda, motor KTM beserta varian turunannya seperti Gasgas, Husqvarna, dan CFMoto, sukses memborong 48 kemenangan.

Sementara itu, pabrikan Honda hanya mampu mencatatkan empat kemenangan dalam rentang waktu yang sama. Dominasi KTM juga terlihat jelas pada klasemen sementara, di mana enam posisi teratas saat ini seluruhnya ditempati oleh pembalap yang menunggangi motor KTM RC250GP. Veda Ega Pratama, yang merupakan rookie di Honda Team Asia, menjadi salah satu pembalap Honda dengan posisi kompetitif, meskipun ia sempat mengalami tren performa yang fluktuatif sejak awal musim.

Di sisi lain, Jesus Rios saat ini masih tertahan di urutan ke-18 klasemen sementara. Meski begitu, performanya menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa seri terakhir. Ia berhasil mengamankan posisi kelima di kualifikasi secara berturut-turut pada GP Catalunya, GP Italia, dan GP Hungaria. Puncaknya, Rios mampu finis di posisi kelima pada balapan terakhir di Assen meski harus memulai balapan dari urutan ke-21.

Meskipun Snipers masih memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak Rios, tim balap yang telah mengoleksi delapan gelar juara dunia tersebut diyakini tidak akan menghalangi kepergian sang pembalap. Situasi ini dinilai menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi Snipers, keberhasilan mereka mengorbitkan Rios menjadi modal promosi untuk menarik talenta muda lainnya.

Pemilik tim Snipers, Mirko Cecchini, sebelumnya sempat mengakui adanya kesenjangan tenaga mesin antara Honda dan KTM. Namun, ia menegaskan bahwa dengan pembalap yang tepat, tim Honda tetap memiliki peluang untuk bersaing di jajaran depan. Saat ini, Cecchini sendiri tengah fokus mengembangkan talenta muda lainnya, seperti Benat Fernandez yang memimpin klasemen Red Bull Rookies Cup dan Kristian Daniel Jr yang baru saja meraih podium di Assen. Bagi para pembalap, pilihan motor memang krusial, namun kemampuan adaptasi di lintasan tetap menjadi penentu utama dalam karier mereka di ajang balap dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *