Sachsenring – Marc Marquez kembali mengukir prestasi gemilang dengan menjuarai Sprint Race MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Sabtu (11/7). Pebalap Ducati Lenovo ini memulai balapan dari posisi terdepan dan berhasil mempertahankan keunggulannya selama 15 lap, menuntaskan lomba dengan catatan waktu 20 menit 12,978 detik.
Kemenangan Marquez sekaligus memastikan dominasi Ducati di podium, dengan Alex Marquez dari Gresini Racing finis di posisi kedua, hanya tertinggal 0,368 detik. Sementara Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team mengamankan tempat ketiga dengan selisih 0,813 detik dari pemenang.
Sprint Race kali ini menjadi yang pertama setelah MotoGP menerapkan perubahan tata letak grid dengan jarak antar pebalap yang lebih renggang demi meningkatkan keselamatan. Meski demikian, perubahan tersebut tidak signifikan memengaruhi dinamika balapan.
Sejak lap pertama, Marc Marquez langsung memimpin di depan Alex Marquez. Di Giannantonio sempat kehilangan posisi dari Ai Ogura di tikungan pertama, namun berhasil merebut kembali sebelum putaran pertama selesai. Setelah itu, posisi terdepan relatif stabil tanpa banyak persaingan sengit.
Marc Marquez mampu menjaga jarak aman, sementara Alex Marquez berjuang mempertahankan posisi kedua dari tekanan Di Giannantonio yang sempat mendekat namun gagal melancarkan serangan. Balapan berlangsung dengan minim aksi saling salip hingga bendera finis dikibarkan.
Di belakang trio Ducati, Ai Ogura tampil impresif dengan finis di posisi keempat, mengungguli rekan setimnya Raul Fernandez yang berada di urutan kelima. Jorge Martin, pemuncak klasemen sementara, mengamankan poin penting dengan finis keenam setelah memanfaatkan absennya Marco Bezzecchi akibat kecelakaan saat sesi kualifikasi. Hasil ini membuat Martin memperlebar keunggulan di puncak klasemen menjadi 11 poin.
Sebaliknya, Francesco Bagnaia kembali tampil di bawah ekspektasi dengan finis ketujuh, gagal bersaing memperebutkan podium. Fabio Quartararo menutup balapan di posisi kesembilan, sedangkan rookie LCR Honda, Diogo Moreira, berhasil masuk 10 besar. Franco Morbidelli menjadi satu-satunya pebalap yang gagal menyelesaikan balapan karena masalah teknis dan berstatus DNF.











