Philadelphia – Tim nasional Brasil menghadapi tekanan besar menjelang pertandingan kedua Grup C Piala Dunia 2026 melawan Haiti di Lincoln Financial Field, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Setelah hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka, Brasil wajib menang agar peluang lolos ke babak gugur tetap terbuka.

Saat ini, Brasil baru mengumpulkan satu poin dan tertinggal dari Skotlandia yang memimpin klasemen Grup C dengan tiga poin. Posisi ini membuat kemenangan atas Haiti menjadi keharusan sebelum menghadapi pertandingan terakhir fase grup.

Penampilan Brasil saat melawan Maroko mendapat sorotan karena tim yang dikenal dengan gaya permainan dominan itu gagal menciptakan peluang bersih dan hanya sesekali mengancam gawang lawan. Maroko sempat unggul lebih dulu lewat gol Ismail Saibari pada menit ke-21, sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan pada menit ke-32.

Pelatih Carlo Ancelotti menilai ketegangan pada pertandingan pembuka memengaruhi performa tim. Ia mengatakan, “Pertandingan pertama selalu sulit. Ada tekanan, ada ketegangan. Kami tahu ada beberapa hal yang harus diperbaiki, tetapi saya tetap percaya dengan tim ini.”

Ancelotti juga menyatakan akan melakukan beberapa penyesuaian taktik tanpa mengubah banyak komposisi pemain inti. Menurutnya, hasil imbang melawan Maroko menjadi bahan evaluasi yang berharga. “Saya melihat para pemain sangat kritis terhadap diri mereka sendiri. Itu hal yang positif. Kami memahami apa yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, bek Brasil Gabriel Magalhaes menegaskan bahwa tim sudah melupakan hasil laga pembuka dan kini fokus penuh menghadapi Haiti. “Kami harus membalik halaman dan fokus pada pertandingan berikutnya,” kata pemain Arsenal tersebut. Gabriel juga menilai suasana di dalam skuad tetap kondusif meski mendapat kritik setelah hasil imbang kontra Maroko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *