Padang – Mantan pelatih Timnas Laos dan Timnas U-23 Thailand, Steve Darby, menilai sepak bola Malaysia kembali mengulangi kesalahan. Ia menyoroti skandal tujuh pemain naturalisasi yang berpotensi memperburuk kondisi sepak bola di Negeri Jiran tersebut.
Darby, yang pernah melatih klub Johor (1998-2000) dan Kelantan (2014), memahami betul sepak bola Asia Tenggara, termasuk Malaysia. Ia tak menampik perkembangan terkini terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia karena dugaan penggunaan dokumen palsu.
“Saya rasa FIFA tidak punya pilihan lain selain mendisiplinkan sepak bola Malaysia, setelah FIFA memiliki bukti akurat mengenai tempat kelahiran kakek dan nenek dari pemain naturalisasi tersebut,” ujar Darby, dikutip dari Dantri.com.vn.
Ketujuh pemain naturalisasi yang terlibat adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, Hector Hevel, dan Joao Figueiredo.
Darby berpendapat bahwa para pemain naturalisasi ini hanyalah korban, bukan pelaku utama skandal. Ia berharap otoritas sepak bola Malaysia mampu mengungkap dalang di balik kasus ini.
“Investigasi sepak bola Malaysia yang akan datang seharusnya berfokus pada pencarian dalang, dalang dari segalanya. Sedangkan para pemain, merekalah target dalang ini,” tegasnya.
Integritas Sepak Bola Dipertanyakan
Darby menekankan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam sepak bola. “Sepak bola seharusnya dibangun atas dasar kejujuran dan transparansi, bukan sebaliknya. Perilaku seperti itu mengikis kepercayaan penggemar dan memengaruhi keadilan turnamen,” katanya.
Ia menambahkan, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun reputasi dan meraih kemenangan. “Sebab, ketika kehilangan kepercayaan penggemar, tim dan fondasi sepak bola sudah kalah,” jelasnya.
Skandal Lama Terulang?
Skandal ini bukan yang pertama kali mengguncang sepak bola Malaysia. Pada tahun 1994, serangkaian skandal pengaturan pertandingan mencoreng citra sepak bola Malaysia, mengakibatkan sejumlah pemain, ofisial, dan wasit dilarang beraktivitas di dunia sepak bola.
Darby melihat adanya kesamaan antara skandal saat ini dengan kasus-kasus sebelumnya. “Kedua krisis sepak bola Malaysia bermula dari kelemahan sistem secara keseluruhan,” ucapnya.
Ia menambahkan, Malaysia memiliki potensi talenta dan kekuatan ekonomi, namun kekurangan manajer dan strategi yang baik. “Semoga kali ini mereka benar-benar mendapat pelajaran berharga,” pungkas Darby.











