Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen Richard Tampubolon, menyatakan dukungannya terhadap penerapan anggaran multiyears dalam pelaksanaan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang. Menurut Richard, kebijakan ini menjadi fondasi utama untuk menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi internasional.

Richard menegaskan bahwa keberhasilan dalam dunia olahraga tidak dapat diraih melalui program pembinaan yang bersifat sementara. Ia menyatakan, “Bangsa besar tidak menunggu lahirnya juara, tetapi menyiapkan lahirnya juara. Kita sedang membangun pabrik prestasi, bukan berburu keberuntungan.”

Dengan adanya anggaran multiyears, pendanaan program Pelatnas menjadi lebih pasti sehingga pelaksanaan latihan dapat berjalan secara terencana, berkesinambungan, dan terukur. Hal ini memungkinkan atlet dan pelatih untuk fokus tanpa harus khawatir terhadap ketidakpastian anggaran.

Lebih jauh, Richard menilai investasi di bidang olahraga sebagai langkah strategis untuk masa depan bangsa. Ia menegaskan, “Setiap rupiah yang ditanamkan untuk pembinaan atlet bukanlah biaya, melainkan investasi untuk kehormatan bangsa.”

Optimisme Richard terhadap kebijakan ini didukung oleh prestasi Taekwondo Indonesia yang berhasil meraih medali di Kejuaraan Asia di Mongolia serta meloloskan tiga atlet ke Asian Games Nagoya 2026. Sebagai bagian dari penguatan pembinaan, PBTI juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships tahun ini.

Richard berharap kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah lahirnya calon atlet berprestasi dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pembinaan taekwondo di Asia. Ia menambahkan, “Kami ingin dunia datang ke Indonesia bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menyaksikan lahirnya calon-calon juara dunia dari Indonesia.”

Di akhir pernyataannya, Richard menegaskan komitmen PBTI untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Ia yakin bahwa konsistensi pelaksanaan Pelatnas jangka panjang dengan dukungan anggaran multiyears akan menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat di kancah olahraga dunia.

“Saya percaya, jika konsistensi ini dijaga, Indonesia tidak hanya menjadi peserta di panggung dunia, tetapi menjadi negara yang diperhitungkan, disegani, dan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan olahraga dunia,” tutup Richard.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *