Padang – Timnas U-17 Malaysia menuai kritik tajam usai dibantai Kroasia U-17 dengan skor telak 0-11 dalam laga persahabatan. Kekalahan ini memicu kekhawatiran terhadap sistem pembinaan sepak bola usia muda di Negeri Jiran.
Pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan Malaysia U-17 untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2026.
Kritik keras dari penggemar muncul karena Kroasia hanya menurunkan tim lapis kedua dalam pertandingan tersebut. Skuad utama Kroasia saat ini tengah berlaga di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, di mana Timnas U-17 Indonesia juga berpartisipasi.
Kekalahan memalukan ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas Program Pengembangan Sepak Bola Nasional (NFDP) Malaysia, serta investasi besar dalam infrastruktur seperti Akademi Sepak Bola Mokhtar Dahari (AMD).
Pakar sepak bola, Dr Zulakbal Abdul Karim, menilai hasil 0-11 menunjukkan masalah mendalam dalam sistem pembinaan usia muda Malaysia.
“Kekalahan yang memalukan ini tidak dapat diterima,” kata Zulakbal, seperti dikutip dari Nst.com.my. “Ini menunjukkan bahwa pembangunan kita telah gagal, dan segala sesuatunya harus segera diperbaiki untuk menghindari kegagalan lebih lanjut.”
Zulakbal juga meragukan kesiapan tim Malaysia U-17 untuk Kualifikasi Piala Asia U-17. “Kalau kualitas kita begini, saya rasa kita tidak akan bisa tampil bagus di Kualifikasi Piala Asia U-17,” ujarnya.
Kualifikasi Piala Asia U-17 2026 akan berlangsung pada 22-30 November 2025. Malaysia tergabung di Grup C bersama Vietnam, Singapura, Hong Kong, Kepulauan Mariana Utara, dan Makau.
Mereka akan memulai perjuangan melawan Kepulauan Mariana Utara pada 22 November. Hanya tujuh juara grup yang akan lolos ke Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi pada 7-24 Mei tahun depan.











