Jeddah – Pertandingan Timnas Indonesia melawan Irak diwarnai kontroversi akibat tekel keras pemain Irak, Zaid Tahseen, terhadap Ole Romeny. Insiden ini terjadi pada menit ke-66 dalam laga yang berakhir dengan skor 0-1 untuk Irak, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, serta gagal meraih poin dalam dua laga ronde 4 Kualifikasi Zona Asia.

Kepemimpinan wasit asal China, Ma Ning, menjadi sorotan tajam. Banyak keputusan kontroversial yang diambil, termasuk saat tekel keras Zaid Tahseen menghantam Ole Romeny.

Tekel bermula ketika Ole Romeny menerima umpan terobosan dari Thom Haye ke lini belakang Irak. Romeny berhasil melewati hadangan Zaid Tahseen dan berpeluang besar mencetak gol karena tinggal berhadapan dengan kiper.

Namun, Zaid Tahseen menjegal Romeny yang sudah tidak menguasai bola. Saat pelanggaran terjadi, Tahseen adalah pemain terakhir di lini pertahanan Irak.

Zaid Tahseen tampak pasrah menunggu keputusan wasit Ma Ning. Anehnya, wasit hanya memberikan kartu kuning, menganggap pelanggaran itu hanya menghentikan serangan biasa.

Padahal, seorang pakar wasit FIFA asal Jepang menilai pelanggaran itu seharusnya memenuhi kriteria DOGSO (Denying an Obvious Goal Scoring Opportunity) atau menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas.

Pakar tersebut berpendapat bahwa pelanggaran itu memenuhi empat kriteria DOGSO, yaitu arah permainan, lokasi pelanggaran, jumlah bek yang ada, dan kemungkinan mempertahankan kontrol bola. Ole Romeny dinilai memiliki kecepatan untuk melakukan *breakthrough* dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

Wasit Ma Ning baru memberikan kartu merah kepada Zaid Tahseen pada menit ke-90+9 setelah menyikut Kevin Diks di kotak penalti. Pelanggaran ini berbuah kartu kuning kedua bagi Tahseen.

Namun, pelanggaran di kotak penalti itu hanya menghasilkan tendangan bebas tidak langsung untuk Irak, bukan penalti bagi Indonesia. Indonesia gagal mencetak gol penyama kedudukan dan harus mengakui keunggulan Irak 0-1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *