Padang – Sepak bola Malaysia tengah dirundung masalah serius setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola dan tujuh pemain naturalisasi tim nasionalnya.

Sanksi ini diberikan kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait dugaan pemalsuan dokumen ketujuh pemain naturalisasi tersebut.

Ketujuh pemain yang dimaksud adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Akibat sanksi ini, FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau setara dengan Rp7,3 miliar.

Sementara itu, tujuh pemain naturalisasi tersebut didenda sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp42 juta.

Selain denda, ketujuh pemain itu juga dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.

FIFA memberikan waktu 10 hari bagi pihak-pihak yang terkena sanksi untuk mengajukan banding.

FAM sendiri telah menyatakan akan mengajukan banding untuk melindungi kepentingan Timnas Malaysia. Mereka merasa telah mengikuti prosedur yang berlaku dan keputusan FIFA perlu dikaji ulang.

Di tengah kabar buruk ini, Malaysia mendapatkan sedikit angin segar dari pemain keturunannya, Richard Chin.

Pemain berusia 22 tahun yang bermain untuk klub Skotlandia, Raith Rovers, menunjukkan performa positif.

Richard mendapatkan kepercayaan untuk tampil sebagai pemain inti untuk pertama kalinya di kompetisi kasta kedua Liga Skotlandia.

Kepercayaan itu dibayar tuntas dengan gol pertamanya untuk Raith Rovers.

Gol Richard membawa Raith Rovers unggul 2-0 dalam kemenangan 3-0 atas Arbroath pada Sabtu (27/9/2025).

Setelah pertandingan, Richard mengungkapkan kebahagiaannya bisa mencetak gol perdananya di Skotlandia.

Gol ini menambah kebahagiaan Richard setelah sebelumnya melakoni debut bersama Timnas Malaysia dalam laga melawan Timnas Palestina pada 8 September 2025.

Lahir dan besar di Inggris, Richard memiliki darah Malaysia dari ayahnya dan memenuhi syarat untuk membela Harimau Malaya. Ia juga memenuhi syarat membela Seychelles dari jalur ibunya.

Namun, pemain yang menjadi mualaf sejak November 2024 ini memilih untuk membela Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *