Dover – Dunia balap NASCAR berduka atas meninggalnya Kyle Busch secara mendadak pada usia 41 tahun. Busch yang baru saja meraih kemenangan di Dover Motor Speedway pekan lalu, meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit yang belum diungkap ke publik.
NASCAR menyebut kepergian Busch sebagai kehilangan besar bagi olahraga balap Amerika Serikat. Melalui media sosial, NASCAR menyatakan, “Kami sangat sedih dan terpukul atas wafatnya Kyle Busch, juara Cup Series dua kali dan salah satu pembalap terbaik dalam sejarah olahraga ini.”
Busch meninggalkan istri, Samantha, serta dua anak mereka, Brexton dan Lennix. Rekan dan rival di lintasan turut memberikan penghormatan penuh emosi. Denny Hamlin mengaku sulit menerima kabar tersebut dan menegaskan, “Yang terpenting sekarang adalah keluarga Kyle.”
Ricky Stenhouse Jr. mengenang Busch sebagai sosok kompetitor yang menginspirasi pembalap lain untuk berkembang. Ia mengatakan, “Siapa pun yang pernah start berdampingan dengan Kyle tahu betapa spesialnya dia. Dia selalu memberikan segalanya di setiap lap dan membuat kami semua menjadi pembalap yang lebih baik.”
Brad Keselowski juga mengaku masih syok dan mengingatkan pentingnya menghargai orang-orang terdekat. “Sulit diproses. Peluk orang-orang yang kalian cintai,” tulisnya singkat.
Penghormatan juga datang dari komunitas Formula 1 yang mengakui Busch sebagai juara sejati dengan warisan besar di dunia balap.
Kyle Busch dikenal sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah NASCAR dengan 63 kemenangan di NASCAR Cup Series dan total 234 kemenangan di tiga divisi utama NASCAR, sebuah rekor yang belum tertandingi. Selama 24 tahun kariernya, ia tampil dalam 762 balapan NASCAR Cup Series, meraih 395 finis di posisi 10 besar, dan 35 pole position.
Dikenal dengan julukan “Rowdy” karena gaya balap agresif dan mentalitas pantang menyerah, Busch juga dikenal sebagai sosok ayah dan suami yang sangat mencintai keluarganya di luar lintasan.











