New York – Islam Makhachev mengklaim pertarungan terbarunya melawan Jack Della Maddalena di UFC 322 terasa lebih mudah dibandingkan duel terakhirnya di kelas ringan menghadapi Dustin Poirier.
Makhachev tampil dominan dalam perebutan gelar kelas welter melawan Maddalena di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat. Ia menang angka mutlak dengan skor 50-45 dari ketiga juri.
Petarung asal Dagestan itu bahkan tidak mengalami kerusakan berarti di tubuh maupun wajahnya setelah bertarung lima ronde penuh. Maddalena praktis tidak mampu memberikan pukulan signifikan.
“Semua orang,” kata Makhachev dalam konferensi pers usai pertarungan ketika ditanya siapa yang ingin dia hadapi berikutnya.
“Ini adalah divisi yang paling kompetitif saat ini, kelas welter. Tentu saja, 100 persen, banyak petarung muda yang bertarung hari ini.”
Makhachev menyebut sejumlah nama seperti Belal Muhammad, Ian Machado Garry, Kamaru Usman, dan Ilia Topuria sebagai calon lawannya. “Semua petarung hebat ingin merebut sabuk saya. Saya tidak akan menyerahkannya,” tegasnya.
“Saya bekerja keras untuk menjadi juara ganda, dan hari ini saya merasa tidak perlu banyak menurunkan berat badan, dan saya akan mempertahankan sabuk saya berkali-kali lagi,” imbuh Makhachev.
Namun, kemenangan Makhachev menuai kritik dari Ilia Topuria, juara kelas ringan UFC, yang menyebut penampilan Makhachev terlalu membosankan. Topuria bahkan semakin yakin mampu memukul KO Makhachev.
“Jack membutuhkan sebuah kamp khusus yang sepenuhnya didedikasikan untuk gulat,” tulis Topuria di akun media sosial X. “Betapa mengecewakannya seorang juara. Sebaiknya kamu pergi ke Georgia untuk belajar sesuatu.”
“Islam, kamu membutuhkan sesuatu yang tidak bisa dilatih: emosional,” lanjut Topuria. “Kamu adalah hal paling membosankan dalam permainan ini. Setiap hari aku semakin yakin akan membuatmu tertidur.”
Makhachev sendiri enggan membalas komentar Topuria. Ia menegaskan tidak mengalami kesulitan dalam pertarungan perdananya di kelas yang lebih tinggi.
“Tidak ada cedera, tidak ada apa-apa, saya tidak merasa sakit,” kata Makhachev.
“Saya siap. Siapa yang akan menjadi berikutnya? Ayo kita lakukan ini dan saya akan membuatnya mudah.”
“Hari ini, saya menunjukkan bahwa Jack adalah salah satu yang terbaik dalam permainan ini, salah satu lawan terberat, itulah mengapa saya berlatih begitu keras untuk membuat ini mudah,” ujarnya.
Makhachev mengakui kekuatan Maddalena dalam pertahanan kuncian. “Ini adalah rencana kami dan saya melakukannya persis–saya mencoba melakukan beberapa choke, mencoba melakukan kimura, tetapi dia (Maddalena) bertahan dengan sangat baik.”
“Saya membuat ini mudah karena saya berlatih begitu keras,” pungkas Islam Makhachev.











