Lausanne – Komite Olimpiade Internasional (IOC) kecewa atas penolakan visa atlet senam Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. IOC menegaskan olahraga seharusnya menjadi pemersatu tanpa diskriminasi.

Pernyataan resmi IOC dirilis pada Sabtu (18/10/2025), sehari menjelang kejuaraan yang berlangsung 19-25 Oktober.

“Prinsip IOC sangat jelas: semua atlet, tim, dan ofisial olahraga yang sah harus bisa berpartisipasi tanpa diskriminasi,” tegas IOC.

IOC telah berupaya mencari solusi dengan Federasi Senam Internasional (FIG), anggota IOC di Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia, dan pemerintah Indonesia. Namun, upaya tersebut gagal.

IOC menekankan tanggung jawab negara tuan rumah untuk memastikan prinsip non-diskriminasi dihormati. Mereka juga menyoroti kekhawatiran terkait pembatasan akses atlet dan boikot akibat ketegangan politik.

Komite Eksekutif IOC akan membahas situasi di Indonesia dalam rapat berikutnya. IOC menegaskan atlet tidak boleh dihukum atas keputusan politik dan olahraga harus menjadi ruang aman bagi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *