Philadelphia – Ian Machado Garry optimistis divisi kelas welter UFC akan semakin bergairah jika dirinya berhasil menaklukkan juara bertahan Islam Makhachev dan merebut sabuk juara. Duel perebutan gelar ini akan menjadi laga utama UFC 330 yang digelar pada 15 Agustus di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.
Makhachev saat ini memegang sabuk kelas welter setelah mengalahkan Jack Della Maddalena secara dominan pada UFC 322 November lalu. Sebelumnya, petarung asal Dagestan ini juga sukses mempertahankan gelar kelas ringan sebanyak empat kali sebelum memutuskan naik kelas dan melepas sabuknya.
Kesempatan Garry menantang Makhachev datang setelah ia meraih dua kemenangan beruntun atas petarung papan atas, termasuk mantan juara Belal Muhammad di UFC Fight Night 265 pada November lalu. Menjelang pertarungan, Garry menegaskan bahwa dirinya akan menjadi juara yang lebih aktif dibandingkan Makhachev.
Garry mengaku kecewa harus menunggu lama untuk mendapat kesempatan bertarung memperebutkan sabuk sejak Makhachev menjadi juara. “Menurut saya, faktanya, ketika saya menjadi juara dunia, divisi kelas welter akan lebih baik,” ujarnya dalam wawancara dengan The Ariel Helwani Show.
Ia menyoroti frekuensi bertarung Makhachev yang hanya sekali setahun, sehingga pertahanan gelar berikutnya baru mungkin terjadi pada Juli 2027. Garry juga menilai gaya bertarung Makhachev berbeda dan menyebut potensi pertarungan besar seperti melawan Carlos Prates atau pertandingan ulang dengan Shavkat Rakhmonov jika petarung itu kembali.
Lebih jauh, Garry menilai divisi kelas welter saat ini dipenuhi talenta terbaik yang mampu menghadirkan banyak pertarungan menarik. Ia yakin kehadirannya sebagai juara akan menghidupkan divisi tersebut dan menarik perhatian penggemar.
“Divisi kelas welter saat ini adalah yang terbaik dan paling bertalenta dalam olahraga ini. Ketika saya menjadi juara dunia, akan ada lebih banyak aktivitas dan pertarungan tingkat tinggi. Saya janjikan ini adalah hal terbaik untuk olahraga ini,” tutup Garry.











