Bandung – Taufik Hidayat, legenda bulutangkis Indonesia, mengungkap pengalaman mengejutkan terkait upaya pengaturan pertandingan yang pernah ia alami pada Asian Games 2006. Ia mengaku sempat didatangi seseorang yang menawarkan uang agar mengalah dalam pertandingan, namun Taufik menolak dengan tegas.

“Pas Asian Games 2006, jadi gua didatangin sama ada orang, untuk ngalah, gua dibayar berapa, dia tanya bonus gua berapa, gua enggak mau,” kata Taufik. Ia mengaku sempat terkejut dan tidak langsung menolak, tetapi menunjukkan ketidaksukaannya terhadap tawaran tersebut. “Gua di situ nggak bilang nggak mau, gua kaget, gua bilang, ‘kalau lu hidup di Indonesia, nggak lama hidup lu,’ gua bilang. Cuma ini negara orang, gua nggak bisa bilang,” ujarnya mengenang.

Taufik yang lahir di Bandung pada 10 Agustus 1981, dikenal sebagai salah satu pebulutangkis terbaik Indonesia dengan segudang prestasi internasional. Ia mulai menonjol sejak usia muda dengan menjuarai Kejuaraan Asia Junior 1997 saat berusia 16 tahun.

Puncak kariernya diraih saat meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004. Setahun kemudian, ia mencetak sejarah sebagai pemain tunggal putra pertama yang memenangkan gelar Olimpiade dan Kejuaraan Dunia secara beruntun pada 2005.

Selain prestasi individu, Taufik juga berperan penting dalam keberhasilan Indonesia meraih Piala Thomas pada 2000 dan 2002. Ia turut menyumbangkan medali emas beregu putra di Asian Games 1998 serta meraih gelar juara di SEA Games, Indonesia Open 1999, Indonesia Open dan Malaysia Open 2000, serta menjadi runner-up All England pada tahun yang sama.

Setelah pensiun dari dunia bulutangkis pada 2013, Taufik aktif di bidang pemerintahan dan olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Satlak Prima dan staf khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2017-2018. Kini, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Taufik dipercaya sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.

Meski sempat kalah dua kali dari Lin Dan saat tampil di nomor beregu Asian Games 2006, Taufik menegaskan selalu memberikan kemampuan terbaik demi Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bukti integritas dan komitmennya dalam menjaga sportivitas di dunia olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *