Manchester – Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari kursi pelatih kepala. Keputusan ini memicu komentar dari legenda klub, Gary Neville, yang menyoroti kebijakan manajemen yang dianggap terlalu sering bereksperimen dan jauh dari DNA klub.

Ruben Amorim resmi berpisah dengan Manchester United pada Senin (5/1/2026) waktu setempat.

Petinggi Manchester United menilai pencapaian Amorim kurang maksimal. Selain itu, hubungannya dengan direktur sepak bola Jason Wilcox sempat memanas saat pertemuan membahas pendekatan taktis. Respons Amorim dalam pertemuan itu dinilai sangat negatif dan emosional.

Amorim dianggap keras kepala karena menolak menyesuaikan taktik dengan kondisi dan evolusi tim. Sejak era Alex Ferguson berakhir pada 2013, Manchester United telah 11 kali berganti pelatih, lima di antaranya merupakan interim dan caretaker.

Gary Neville menekankan perlunya manajemen Manchester United kembali ke nilai-nilai inti klub saat mencari pengganti Amorim.

Neville meyakini salah satu kegagalan Manchester United sejak Sir Alex Ferguson pensiun adalah klub selalu mencari manajer dengan filosofi yang berbeda. Manchester United dinilai tidak berpegang teguh pada prinsip-prinsip tradisional dan terbawa dengan karakter bermain yang berbeda dari para pelatih baru.

“Louis van Gaal memiliki filosofinya sendiri. Jose Mourinho memainkan gaya sepak bola tertentu. Begitu juga David Moyes. Erik ten Hag, sekali lagi, gaya sepak bola yang sangat berbeda – berbeda dengan apa yang biasanya dimainkan Man Utd,” kata Neville kepada Sky Sports News. “Ruben Amorim, gaya sepak bola yang sangat berbeda dari yang biasanya diharapkan Manchester United. Eksperimen-eksperimen ini harus dihentikan.”

Neville menambahkan bahwa United sejak lama selalu memainkan sepak bola yang menarik dan menghibur, dengan gaya bermain yang berani dan menyerang.

“Ada video yang sangat bagus di internet [di mana legenda United] Bobby Charlton berbicara tentang apa itu Man Utd sebagai klub sepak bola. Sepak bola yang penuh petualangan dan menarik, memainkan pemain muda, menghibur penonton. Man Utd harus mengambil risiko dan berani dalam memainkan sepak bola menyerang,” ujarnya.

Neville berpendapat bahwa Manchester United harus menunjuk manajer yang sesuai dengan DNA klub mereka. Ia mencontohkan Ajax dan Barcelona yang tidak pernah berubah untuk siapa pun, dan ia percaya Man Utd juga seharusnya tidak berubah untuk siapa pun.

Menurutnya, pelatih yang cocok bagi Manchester United adalah yang mau memainkan sepak bola agresif dan menyerang.

“Anda tidak bisa mengatakan para manajer ini bukan pelatih yang baik, tetapi mereka semua datang dengan ide yang berbeda, gaya bermain yang berbeda, filosofi yang berbeda, dan tidak satu pun dari mereka yang benar-benar cocok dengan cara Man Utd,” pungkasnya. “Klub harus mencari manajer sekarang yang berpengalaman, yang bersedia memainkan sepak bola cepat, menghibur, menyerang, dan agresif.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *