Washington – Justin Gaethje mencatatkan sejarah baru dengan merebut gelar juara kelas ringan UFC setelah mengalahkan Ilia Topuria dalam duel utama UFC Freedom 250 di kawasan Gedung Putih, Washington, akhir pekan lalu. Gaethje menang melalui TKO setelah dokter menghentikan pertandingan pada akhir ronde keempat, sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Topuria dalam karier profesional MMA-nya.

Meski baru saja menapaki puncak divisi kelas ringan, Gaethje memberi sinyal bahwa dirinya kemungkinan besar tidak akan kembali bertarung hingga tahun depan. Petarung berusia 37 tahun itu menyatakan butuh waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya setelah menjalani tahun yang cukup padat.

Sepanjang kariernya di UFC, Gaethje dikenal sebagai petarung agresif dan menghibur, dengan koleksi 17 bonus penampilan dari 16 pertarungan UFC. Pada 2026, ia sudah menjalani dua pertarungan, jumlah yang tergolong banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana ia hanya bertarung sekali pada 2024 dan sekali pada 2025.

Setelah duel melawan Topuria, Asosiasi Tinju dan Olahraga Bela Diri (ABC) menjatuhkan skorsing medis selama 180 hari kepada Gaethje. Skorsing ini dapat dicabut lebih cepat jika hasil pemeriksaan MRI pada pergelangan tangan kanan dan lutut kirinya dinyatakan bersih. Selain itu, ia diwajibkan menjalani masa istirahat tanpa kontak selama 45 hari.

Gaethje mengakui peluang untuk kembali bertarung sebelum akhir tahun sangat kecil. “Saya sudah bertarung dua kali tahun ini dan sangat jarang Anda melihat saya bertarung dua kali dalam satu tahun, jadi kemungkinan saya akan mempertimbangkan untuk bertarung lagi tahun ini sangat, sangat, sangat kecil mengingat apa yang telah saya alami,” ujarnya dalam acara The Pat McAfee Show.

Pernyataan tersebut mengindikasikan Gaethje akan menikmati masa istirahat sebagai juara kelas ringan UFC sebelum kembali mempertahankan gelarnya pada 2027.

Sementara itu, kekalahan perdana Ilia Topuria dari Gaethje masih menjadi perbincangan hangat. Juara kelas bulu UFC, Alexander Volkanovski, mengungkapkan pandangannya terkait penyebab kekalahan Topuria yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *