Washington D.C. – Justin Gaethje mencetak sejarah baru di UFC Freedom 250 dengan merebut gelar juara kelas ringan UFC setelah mengalahkan Ilia Topuria melalui TKO pada ronde keempat. Pertandingan yang berlangsung di UFC White House, Senin (15/6/2026) WIB, dihentikan oleh tim medis karena Topuria mengalami luka serius.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Topuria yang sebelumnya mencatat 17 kemenangan beruntun di kelas bulu dan ringan UFC. Petarung asal Spanyol-Georgia itu dikenal sebagai salah satu atlet paling dominan dengan kemenangan atas nama-nama besar seperti Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira.

Gaethje, yang dijuluki “The Highlight,” berhasil mengendalikan jalannya pertarungan dan memaksa Topuria menyerah setelah ronde keempat. Ini menjadi pencapaian puncak bagi Gaethje di divisi ringan, setelah dua kali memegang gelar juara interim, kini ia resmi menjadi juara dunia kelas ringan UFC yang tak terbantahkan.

Mantan juara kelas terbang UFC, Demetrious Johnson, memberikan pandangan mengejutkan terkait karier Gaethje. Johnson menyatakan, “Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Justin Gaethje,” dalam kanal YouTube-nya. Ia menilai Gaethje telah meraih segalanya, termasuk bonus ganda senilai sekitar 485.000 dolar AS (sekitar Rp8,61 miliar) pada malam itu.

Johnson juga menyarankan agar Gaethje mempertimbangkan pensiun saat berada di puncak kejayaan. “Mungkin kalian akan membenci saya karena ini, tapi hal terbaik yang bisa dilakukan Justin Gaethje adalah pensiun setelah kemenangan luar biasa melawan legenda seperti Ilia Topuria,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *