Manchester – Rio Ferdinand mengkritik keputusan pelatih yang nyaris membuat Manchester United gagal meraih kemenangan atas Chelsea. Keputusan tersebut adalah mengganti pemain belakang di tengah pertandingan.
Manchester United hampir saja kehilangan poin krusial dalam laga kontra Chelsea di Old Trafford, yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Sempat unggul berkat gol dari Bruno Fernandes (14′) dan Casemiro (37′), MU harus menghadapi tekanan setelah Chelsea memperkecil kedudukan.
Ferdinand menilai perubahan komposisi lini belakang, khususnya pergantian Harry Maguire di menit ke-70 dengan Leny Yoro, sebagai penyebabnya.
“Saya melihat tim-tim yang menang (sering mengganti bek),” kata Ferdinand, dikutip dari Daily Mail. Ia menyoroti pentingnya konsistensi di lini belakang.
Ferdinand mencontohkan tim-tim seperti Arsenal era Tony Adams, Martin Keown, Sol Campbell, hingga duet John Terry dan Ricardo Carvalho di Chelsea, serta Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate di Liverpool.
“Bek tengah yang sama bermain setiap minggu. Ada konsistensi dalam pemilihan tim dengan pasangan itu di lini belakang,” tegasnya.
Menurutnya, konsistensi pemain di area tersebut meningkatkan peluang tim untuk meraih kemenangan. “Perubahan-perubahan ini, menurut saya, sangat liar. Saya tidak akan suka jika saya bermain,” tambahnya.
Maguire sendiri tampil cukup baik sebelum diganti, bahkan memberikan assist untuk gol Casemiro. Kehadirannya di kotak penalti Chelsea juga cukup terasa. Beberapa pihak berpendapat, kehadirannya mungkin bisa mencegah gol Chalobah di menit-menit akhir.











