Assen – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan posisi start ketujuh pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Assen 2026. Veda yang membela Honda Team Asia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 40,690 detik pada kualifikasi kedua di Sirkuit TT Assen, Belanda, Sabtu (27/6).
Posisi start ini menempatkan Veda di baris ketiga saat balapan utama yang akan digelar Ahad (28/6). Sebelumnya, ia lolos ke Q2 setelah mencatat waktu 1 menit 41,090 detik pada sesi kualifikasi pertama. Pole position diraih Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team dengan catatan waktu 1 menit 40,130 detik, diikuti Joel Kelso dan Brian Uriarte.
Keberhasilan Veda mengamankan posisi start yang menguntungkan menjadi modal penting untuk bersaing di kelompok depan. Hal ini mengingat penampilan impresifnya pada seri sebelumnya di Sirkuit Brno, Ceska, di mana ia mampu finis di posisi lima besar meski harus memulai balapan dari posisi ke-20 akibat penalti.
Pada balapan di Brno pekan lalu, Veda langsung melesat sejak start dan naik sembilan posisi pada lap pertama. Ia sudah berada di posisi ketujuh pada lap keempat dan mencatatkan waktu lap tercepat 2 menit 04 detik pada lap kelima. Bahkan, Veda sempat menempati posisi ketiga pada lap keenam.
Sebelumnya, Veda sempat mengamankan posisi kedelapan pada sesi kualifikasi Brno dengan catatan waktu 2 menit 05,270 detik. Namun, ia mendapat penalti dari FIM MotoGP Stewards Panel karena dianggap memperlambat laju motor saat kualifikasi, sehingga harus memulai balapan dari posisi ke-20. Meski demikian, penalti tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Konsistensi Veda juga terlihat sejak sesi latihan bebas di Brno, di mana ia sempat berada di posisi ke-15 dengan catatan waktu 2 menit 05,910 detik. Posisi ini awalnya membuatnya harus mengikuti Q1, namun setelah pembalap GRYD Racing Eddie O’Shea didiskualifikasi, Veda naik ke posisi ke-14 dan langsung lolos ke Q2.
Dengan hasil finis lima besar di Brno, Veda tetap bertahan di peringkat keenam klasemen sementara Moto3 musim 2026, meski mendapat tekanan ketat dari para pesaingnya. Posisi ini menunjukkan perkembangan positif pembalap muda asal Wonosari, Gunungkidul, yang terus siap bersaing di level internasional.











