Surabaya – Persebaya Surabaya resmi menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih baru untuk Super League 2025/2026. Pelatih asal Portugal ini dikenal memiliki mental baja, hasil dari pengalaman panjang menangani klub dengan masalah finansial di berbagai negara.
Bernardo Tavares, lahir di Proença-a-Nova, Portugal, pada 2 Mei 1980, telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan Persebaya hingga 30 Juni 2028. Lisensi UEFA Pro yang dimilikinya menjadi jaminan kualitas, dengan preferensi taktik 4-3-3 defensif yang menekankan kedisiplinan dan organisasi permainan.
Tavares bukan nama asing dalam dunia sepak bola yang akrab dengan masalah tunggakan gaji. Bahkan, masalah finansial klub menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya, yang kini membawanya ke Surabaya.
Awal petualangan Tavares di luar negeri dimulai di Belenenses, klub Portugal yang tengah dilanda krisis keuangan. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa masalah utang menjadi alasan utama dirinya meninggalkan Portugal.
“Saya mengambil lisensi UEFA Pro pada 2013, saat itu sebenarnya ada peluang memperpanjang kontrak di Belenenses, tetapi sudah ada utang yang cukup besar,” ungkap Tavares.
Setelah itu, ia merantau ke Bahrain bersama Al-Hidd, kemudian kembali ke Portugal melatih Tirsense, sebelum melanjutkan petualangannya ke Al-Nahda di Oman. Tanzania menjadi negara yang paling berkesan dalam kariernya. Ia menangani tim muda yang minim dukungan dan hampir tidak dikenal.
“Kami menangani tim yang hampir tidak pernah bermain di liga utama, hampir semuanya pemain muda, dan klub itu nyaris tidak punya penggemar,” katanya.
Meskipun tidak meraih gelar juara di Tanzania, Tavares mengaku sangat mencintai pengalaman tersebut. Ia terkesan dengan kesederhanaan dan kepedulian masyarakat setempat.
Masalah finansial kembali menghantuinya pada 2017 saat menangani Africa Lyon, yang memaksanya pindah ke Maladewa untuk melatih New Radiant SC. Di Maladewa dan Makau, terutama bersama Benfica de Macau, Tavares meraih banyak gelar dan mencetak sejarah dengan membawa klub Makau lolos ke fase grup AFC Cup.
Sebelum menerima pinangan Persebaya, Tavares sempat menukangi PSM Makassar. Namun, masalah gaji kembali menjadi kendala selama tiga setengah tahun.
Kini, Persebaya Surabaya menjadi tantangan baru bagi Tavares, seorang pelatih yang terbiasa hidup di tengah krisis dan memiliki rekam jejak menghadapi klub-klub yang bermasalah dengan pembayaran gaji.











