Lisbon – Karim Benzema dikabarkan berupaya kembali merumput di Eropa setelah berkarier di Al Ittihad, Arab Saudi. Kontraknya yang berlaku hingga Juni 2026 tidak membuatnya berniat memperpanjang masa baktinya.
Striker asal Prancis itu bertekad mengakhiri kariernya dengan kembali berlaga di Liga Champions.
Klub Portugal, Benfica, menjadi yang terdepan dalam memantau situasi Benzema. Kehadiran Jose Mourinho sebagai pelatih Benfica membuka peluang reuni antara keduanya. Mourinho dan Benzema pernah bekerja sama di Real Madrid pada 2010-2013.
Benfica tengah mempertimbangkan langkah strategis. Meskipun striker utama mereka, Vangelis Pavlidis, tampil impresif dengan tujuh gol di paruh pertama musim ini, Benzema tetap menjadi target penting yang dinilai dapat meningkatkan kualitas tim.
Al Ittihad diperkirakan tidak akan melepas Benzema dengan mudah. Skenario paling mungkin adalah transfer gratis pada musim panas 2026, saat kontraknya berakhir.
Namun, kepindahan pada Januari mendatang tetap terbuka jika ada tawaran sekitar 7-8 juta Euro atau sekitar Rp 136-156 miliar.
Benzema dikabarkan bersedia menurunkan tuntutan gajinya demi mewujudkan kepindahan ini. Mourinho meyakini kehadiran mantan peraih Ballon d’Or tersebut dapat membawa Benfica naik level, tidak hanya di kompetisi domestik, tetapi juga di Liga Champions.
Kabar ini menjadi sorotan di bursa transfer. Dengan pengalaman dan reputasi Benzema, transfer ini dianggap bisa menjadi kejutan di Eropa. Mourinho diyakini akan menekan manajemen klub untuk bergerak cepat.
Situasi Benzema di Al Ittihad menjadi perhatian banyak pihak. Jika transfer ini terwujud, reuni dengan Mourinho di Benfica akan menjadi salah satu kisah besar dalam bursa transfer. Kepastian lebih lanjut diharapkan muncul dalam beberapa pekan mendatang.











