Budapest – Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG) akan bertemu dalam laga final Liga Champions Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 23.00 WIB. Pertandingan puncak ini akan diselenggarakan di Budapest, Hungaria, untuk menentukan tim yang berhak mengangkat trofi si Kuping Besar.
Menjelang laga krusial tersebut, terdapat perbedaan signifikan dalam beban kerja kedua tim sepanjang musim ini. Arsenal tercatat telah melakoni 62 pertandingan di berbagai kompetisi, sementara PSG hanya menjalani 55 laga. Perbedaan jumlah pertandingan ini memengaruhi persiapan dan strategi yang diterapkan oleh masing-masing pelatih.
Arsenal, di bawah asuhan Mikel Arteta, menunjukkan performa solid meski dengan jadwal yang sangat padat. Selain menjuarai Liga Inggris musim ini, The Gunners sempat melangkah hingga final Carabao Cup sebelum takluk dari Manchester City dan mencapai perempat final Piala FA. Tingginya frekuensi pertandingan memaksa Arteta menerapkan taktik yang cenderung pasif, dengan ketergantungan pada skema bola mati untuk mencetak gol. Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kebugaran pemain selama musim yang panjang dan melelahkan.
Di sisi lain, PSG datang ke final dengan filosofi permainan yang berbeda. Skuad asuhan Luis Enrique lebih mengedepankan kekuatan menyerang kolektif yang dinamis. Meskipun tersingkir lebih awal di Piala Prancis setelah kalah dari Paris FC, PSG berhasil mengamankan gelar juara Liga Prancis setelah melalui persaingan sengit dengan Lens hingga pekan-pekan terakhir.
Winger Arsenal, Bukayo Saka, menegaskan bahwa timnya tetap optimistis meski beban pertandingan yang mereka pikul lebih berat dibandingkan lawan. Menurut Saka, hasil pertandingan final tidak hanya ditentukan oleh durasi permainan atau akumulasi menit bermain, melainkan oleh momen-momen krusial di lapangan.
Statistik menunjukkan Arsenal belum terkalahkan di kompetisi Eropa musim ini. Jika berhasil memenangkan final, Arsenal akan tercatat sebagai tim kesepuluh dalam sejarah yang menjuarai Liga Champions tanpa menelan satu pun kekalahan. Saat ini, The Gunners telah mengoleksi 11 kemenangan di Liga Champions. Catatan ini hanya terpaut satu angka dari rekor Real Madrid yang mencatatkan 12 kemenangan dalam satu musim pada 2001/2002.
Namun, Arsenal juga dibayangi oleh catatan sejarah kelam di kompetisi Eropa. Sepanjang sejarah klub, Arsenal telah memainkan 225 pertandingan kompetisi Eropa tanpa pernah sekalipun mengangkat trofi Liga Champions. Angka ini merupakan rekor jumlah pertandingan terbanyak bagi sebuah klub tanpa gelar juara di Eropa. Kemenangan di Budapest nanti akan menjadi sejarah bagi Arsenal sebagai klub Inggris ketujuh yang berhasil menjuarai Liga Champions atau European Cup, sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka di pentas sepak bola benua biru. Pertandingan ke-63 musim ini bagi Arsenal tersebut akan menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus pembuktian kualitas taktik Mikel Arteta di panggung tertinggi.











