Jakarta – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah mematangkan rencana penyelenggaraan AFC Nations League. Turnamen ini diharapkan menjadi solusi bagi tim-tim Asia yang kesulitan mencari lawan seimbang di FIFA Matchday.

AFC berencana mengadopsi model UEFA Nations League, yang menyajikan laga kompetitif selama jeda internasional FIFA. Sebanyak 47 anggota AFC, termasuk Timnas Indonesia, akan berkompetisi secara terstruktur dan terjadwal pada level yang sesuai.

Kemungkinan besar, ke-47 tim peserta akan dibagi ke dalam 3-4 liga berdasarkan peringkat FIFA. Pembagian divisi ini dinilai sebagai solusi tepat untuk menciptakan pertandingan yang seimbang.

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menyatakan bahwa keputusan final mengenai format dan waktu penyelenggaraan akan diambil setelah Komite Kompetisi AFC mengadakan pertemuan pada 24 Januari mendatang.

“Kita perlu menunggu pertemuan Komite Kompetisi AFC pada tanggal 24 Januari,” ujar Windsor, seperti dikutip dari BH Sukan. “Setelah itu, kita akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang penyelenggaraan AFC Nations League.”

AFC mengumumkan bahwa AFC Nations League akan diadakan selama jeda internasional FIFA yang sudah ditetapkan. Setelah berkonsultasi dengan federasi anggota, AFC kemungkinan akan menyelenggarakan turnamen itu paling cepat tahun ini.

Model Nations League sendiri telah berhasil diterapkan di Eropa (UEFA) dan Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF). UEFA Nations League, misalnya, menggantikan sebagian besar pertandingan persahabatan dengan sistem promosi dan degradasi.

Windsor menambahkan, AFC Nations League diharapkan dapat meningkatkan nilai komersial serta menarik penggemar dan mitra. “Kami juga melihat minat yang kuat dan permintaan yang meningkat dari mitra komersial kami untuk kompetisi bergaya Nations League,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *