Milan – Luka Modric menatap laga krusial saat AC Milan menjamu Cagliari Calcio di Stadion San Siro, Milan, dini hari nanti pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini menjadi penentu bagi Rossoneri untuk mengamankan tiket kompetisi Liga Champions musim depan. Bagi Modric, laga ini memiliki arti personal yang mendalam karena ia bertekad membawa klubnya kembali ke kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Gelandang berusia 40 tahun ini memiliki catatan historis yang panjang dengan Liga Champions. Sepanjang kariernya, Modric telah merasakan enam kali mengangkat trofi Si Kuping Besar saat berseragam Real Madrid. Namun, tantangan yang ia hadapi saat ini bersama AC Milan cukup menantang. Sejak musim 2011-2012, Modric tercatat tidak pernah lagi berkompetisi di kasta kedua Eropa, Liga Europa, sehingga menjaga eksistensi di Liga Champions menjadi harga mati bagi sang pemain.

Spekulasi mengenai masa depan Modric di AC Milan pun terus berkembang di media massa Italia. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pemain veteran tersebut berpeluang besar bertahan di San Siro hingga dua musim ke depan. Periode tersebut diprediksi menjadi masa di mana skuad asuhan pelatih Massimiliano Allegri akan berupaya keras untuk bersaing di papan atas Liga Champions secara konsisten.

Menanggapi rumor tersebut, Modric menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah performa di lapangan. Ia mengaku keinginannya bergabung dengan AC Milan didasari oleh ambisi untuk mempersembahkan trofi bagi klub. Meskipun pada musim ini ia belum berhasil meraih gelar juara, Modric berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masa depan klub.

“Saat aku memilih AC Milan, aku ingin membantu klub ini merebut trofi. Tetapi musim ini aku belum bisa meraihnya. Hanya, ke depan, aku ingin membantu klub ini memenangi trofi,” ujar Modric kepada Sport Mediaset.

Ia menambahkan bahwa kepastian lolos ke Liga Champions dianggap sebagai pengganti trofi yang setara untuk saat ini. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak memikirkan tawaran kontrak baru dari manajemen klub dan lebih memprioritaskan kemenangan atas Cagliari.

Menjelang laga ini, AC Milan diprediksi akan menurunkan formasi 3-5-2. Massimiliano Allegri diperkirakan mengandalkan Mike Maignan di bawah mistar gawang, dengan dukungan trio bek Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic. Di lini tengah, peran Modric akan didampingi oleh Youssouf Fofana, Adrien Rabiot, Alexis Saelemaekers, serta Davide Bartesaghi. Sementara lini depan akan diisi oleh Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug.

Di sisi lawan, Cagliari Calcio yang dipimpin oleh pelatih Fabio Pisacane diprediksi akan tampil dengan formasi 4-3-3. Skuad asuhan Pisacane akan mengandalkan Elia Caprile sebagai penjaga gawang, didukung oleh lini pertahanan yang diisi Ze Pedro, Yerry Mina, Alberto Dossena, dan Adam Obert. Lini tengah akan dikendalikan oleh Michael Folorunsho, Gianluca Gaetano, dan Alessandro Deiola. Sementara itu, sektor penyerangan akan dipimpin oleh Jacopo Palestra, Antoine Mendy, dan Sebastiano Esposito untuk menahan gempuran tuan rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *