Jakarta – Performa buruk Francesco Bagnaia diyakini membuat Marc Marquez memiliki posisi tawar lebih tinggi dalam bursa transfer MotoGP bersama Ducati. Kontrak keduanya akan habis di akhir musim 2026.
MotoGP 2025 menyisakan tiga seri terakhir, dengan Marc Marquez, rekrutan terbaru Ducati, diprediksi kuat meraih gelar juara.
Penampilan Marquez di MotoGP 2025 terbilang dominan, meskipun sempat cedera di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Absen hingga akhir musim tak mengubah prediksinya sebagai juara dunia ketujuh kalinya.
Performa Marquez kontras dengan Francesco Bagnaia, yang bergabung dengan tim sejak 2021. Murid Valentino Rossi itu hanya mampu mencatatkan dua kemenangan Grand Prix.
Setelah tampil baik di GP Jepang, Bagnaia justru gagal menyelamatkan Ducati di Indonesia dan Australia. Ia bahkan gagal meraih poin di dua seri terakhir saat Marquez absen karena cedera.
Ketidakhadiran Marquez membuat Ducati berada dalam situasi kurang nyaman.
Ducati Dinilai Makin Keteteran Tanpa Marquez
Meski disebut memiliki motor terbaik, Ducati kini sangat bergantung pada Marquez. Peran pembalap Spanyol itu semakin krusial karena Bagnaia gagal memberikan hasil baik.
Susunan pembalap untuk musim 2027 harus segera dipikirkan agar dominasi Ducati tidak berakhir. Ancaman dari Aprilia, melalui Marco Bezzecchi, juga tidak bisa diabaikan.
Media Spanyol, Motosan, menilai Marquez sedang “menang angin” dalam bursa transfer MotoGP yang diprediksi sengit. Gelar juara dunia musim ini memberinya daya tawar lebih tinggi, apalagi performa Bagnaia sedang menurun.
Motosan menulis bahwa Ducati sangat ingin Marquez memperpanjang kontraknya karena ia kini menjadi satu-satunya pembalap yang bisa diandalkan.
Situasi ini menimbulkan efek domino, terutama pada kondisi keuangan tim yang menerapkan kebijakan gaji ketat sejak pandemi.
“Ketergantungan Ducati pada Marquez datang di saat yang paling tidak tepat,” tulis Motosan. “Dengan semua kontrak pembalap pabrikan berakhir pada 2026, pasar pembalap tahun depan diprediksi akan sangat kompetitif. Marquez yang kini telah kembali ke performa terbaiknya, memegang kendali penuh atas nasibnya.”
Ducati berpotensi terpaksa mengikat Marquez dengan kontrak bernilai triliunan Rupiah. “Ditambah dominasi Aprilia saat Marquez absen, menjadikannya aset yang paling dicari,” lanjut Motosan. “Ducati, yang telah menjauh dari kontrak bernilai jutaan dolar sejak pandemi, akan terpaksa mengubah kebijakan gajinya jika ingin mempertahankan pembalap yang menjadi referensinya.”
Marquez menurunkan standar bayarannya saat pindah dari Honda ke Ducati karena situasi krisis. Di Ducati, Marquez menerima gaji pokok 5 juta Euro per tahun.
Pada 2023, saat menuju Gresini Racing, Marquez ditawari perpanjangan kontrak dengan nilai tinggi oleh Honda, yaitu 125 juta Euro, agar tetap bertahan.











