Kuala Lumpur – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Banding ini diajukan setelah FAM menerima keputusan lengkap dari FIFA mengenai masalah tersebut.

FAM dalam pernyataannya menegaskan bahwa semua dokumen dan bukti pendukung terkait proses naturalisasi telah lengkap dan akan segera diserahkan kepada FIFA melalui jalur resmi.

Otoritas sepak bola Malaysia itu menolak tuduhan FIFA bahwa para pemain memperoleh dokumen palsu atau sengaja menghindari peraturan kelayakan. “FAM menekankan bahwa tidak ada bukti yang mendukung tuduhan yang telah diajukan oleh FIFA ini,” demikian pernyataan tersebut.

FAM berpendapat bahwa semua dokumentasi dan pengajuan terkait kelayakan para pemain telah disiapkan, diverifikasi, dan dikelola sepenuhnya sesuai prosedur yang berlaku. Para pemain, menurut FAM, selalu bertindak dengan itikad baik dan sepenuhnya mengandalkan proses verifikasi serta pendaftaran yang dilakukan oleh asosiasi.

Sebelumnya, Komite Disiplin FIFA memutuskan bahwa FAM bersalah karena menggunakan dokumen palsu untuk mendaftarkan tujuh pemain warisan. FIFA menemukan inkonsistensi signifikan antara akta kelahiran asli yang diperoleh FIFA dan yang diserahkan oleh FAM.

Ketujuh pemain yang terlibat adalah Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Joao Figueiredo. FIFA mendenda FAM sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) dan masing-masing pemain didenda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp42 juta) serta diskors dari semua kegiatan sepak bola selama 12 bulan.

FAM menyatakan bahwa kasus ini melibatkan informasi resmi terkait prosedur pemerintah Malaysia dalam menerbitkan dan memverifikasi paspor. Oleh karena itu, FAM hanya akan membagikan informasi tersebut kepada FIFA dan menolak untuk memberikan informasi tersebut kepada publik karena terikat rahasia negara sesuai dengan Undang-Undang Rahasia Resmi 1972 dan Undang-Undang Paspor 1966.

Sanksi FIFA ini muncul setelah performa gemilang Timnas Malaysia dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada 10 Juni 2025, di mana mereka menang 4-0. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Malaysia atas Vietnam dalam sembilan tahun terakhir. Beberapa pemain naturalisasi yang terlibat dalam kasus ini turut bermain dan mencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *