Milan – AC Milan secara resmi mulai menjajaki peluang untuk merekrut Oliver Glasner sebagai pelatih kepala baru. Langkah ini diambil manajemen Rossoneri setelah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Massimiliano Allegri menyusul performa tim yang dinilai tidak memuaskan selama gelaran Serie A musim ini.
Kegagalan Milan menembus posisi empat besar klasemen akhir, yang membuat mereka harus puas finis di peringkat kelima dan kehilangan tiket ke Liga Champions musim depan, menjadi pemicu utama perombakan staf kepelatihan. Berdasarkan laporan terkini, perwakilan klub dijadwalkan mengadakan pertemuan formal dengan Glasner pada Selasa (2/6) untuk membahas potensi kerja sama strategis ke depan.
Glasner tiba sebagai kandidat utama dengan rekam jejak yang impresif di kancah sepak bola Eropa. Pelatih asal Austria ini baru saja menyelesaikan masa baktinya bersama Crystal Palace dengan torehan prestasi yang signifikan, termasuk keberhasilan merengkuh gelar juara FA Cup, Community Shield, serta trofi UEFA Europa Conference League. Reputasi tersebut membuat namanya menjadi salah satu komoditas paling diminati di bursa pelatih saat ini.
Dalam pernyataannya terkait perpisahan dengan Crystal Palace, Glasner menekankan bahwa kesuksesan yang diraihnya merupakan hasil kolektif dari kerja keras para pemain, staf, dan dukungan fanatik suporter. Ia menyebut bahwa energi dari tribun penonton sering kali menjadi faktor penentu bagi timnya saat menghadapi situasi krusial di menit-menit akhir pertandingan.
Pria berusia 51 tahun ini memiliki latar belakang karier yang cukup matang. Sebagai mantan pemain, ia dikenal memiliki loyalitas tinggi terutama saat membela SV Ried. Transisinya ke dunia kepelatihan juga berjalan mulus dengan rekam jejak menangani sejumlah klub kompetitif seperti LASK, Wolfsburg, serta Eintracht Frankfurt, di mana ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Europa.
Sebelum memusatkan perhatian pada Glasner, AC Milan sempat dikaitkan dengan pelatih asal Spanyol, Andoni Iraola. Namun, negosiasi tersebut menemui jalan buntu setelah Iraola dilaporkan menolak tawaran untuk menangani klub yang bermarkas di San Siro tersebut meskipun ia telah berstatus tanpa klub pasca meninggalkan Bournemouth.
Selain melakukan perombakan di kursi pelatih, Milan juga tengah merancang restrukturisasi manajemen yang signifikan. Klub dikabarkan sedang mengupayakan perekrutan mantan pelatih Manchester United, Ralf Rangnick, untuk mengisi posisi direktur olahraga. Jabatan tersebut sebelumnya dipegang oleh Igli Tare yang baru saja dilepas oleh klub setelah satu tahun bertugas.
Koneksi antara Glasner dan Rangnick menjadi sorotan menarik dalam rencana restrukturisasi ini. Keduanya memiliki riwayat profesional yang erat sejak pernah bekerja sama di Red Bull Salzburg, di mana Glasner menjabat sebagai asisten pelatih di bawah komando Rangnick. Kedekatan historis ini dipandang sebagai nilai tambah oleh pemilik klub, Gerry Cardinale, dan penasihat klub, Zlatan Ibrahimovic.
Manajemen Rossoneri berharap kombinasi antara Glasner dan Rangnick dapat memberikan stabilitas serta arah baru bagi tim. Harapan ini muncul mengingat Milan belum mampu kembali ke performa terbaiknya secara konsisten sejak terakhir kali menjuarai Serie A pada musim 2021/2022. Upaya ini menjadi langkah konkret klub untuk mengembalikan kejayaan mereka di pentas domestik maupun Eropa.











