Jakarta – Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi memutuskan untuk bergabung dengan Persija Jakarta menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Keputusan ini menandai kepulangan sang pemain ke tanah air setelah menjalani karier profesional di luar negeri selama empat tahun terakhir. Sepanjang periode tersebut, Arhan tercatat pernah memperkuat Tokyo Verdy di Jepang, FC Suwon di Korea Selatan, hingga Bangkok United di Thailand.
Langkah kepindahan Arhan ke klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut memicu perdebatan publik. Pasalnya, sang pemain memiliki riwayat kesepakatan lisan maupun tertulis dengan dua klub Indonesia lainnya, yakni PSIS Semarang dan Semen Padang. Mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menegaskan adanya perjanjian gentleman agreement yang disepakati pada 21 Januari 2022 lalu.
Dalam keterangannya melalui media sosial, Yoyok menjelaskan bahwa PSIS melepas Arhan ke luar negeri tanpa kompensasi transfer sepeser pun dengan syarat khusus. Perjanjian tersebut mewajibkan Arhan untuk kembali ke PSIS Semarang apabila ia memutuskan untuk mengakhiri karier profesionalnya di luar negeri dan kembali merumput di Indonesia.
Tidak hanya PSIS, Semen Padang juga disebut-sebut memiliki ikatan kesepakatan serupa dengan pemain asal Blora tersebut. Saat masih menjadi bagian dari keluarga besar Andre Rosiade, Arhan sempat menyatakan komitmennya untuk tetap berkarier di luar negeri dalam jangka waktu yang panjang. Dalam sebuah wawancara pada Juni 2024, Arhan sempat mengonfirmasi rencana untuk menetap di luar negeri selama kurang lebih sepuluh tahun sebelum mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia pada usia 30 tahun ke atas.
Namun, dinamika sepak bola domestik saat ini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi realitas di lapangan. Baik PSIS Semarang maupun Semen Padang diketahui sedang menghadapi sanksi berat dari FIFA berupa larangan pendaftaran pemain. Berdasarkan data resmi FIFA Registration Ban, kedua klub tersebut tercatat terkena sanksi sebanyak dua kali. Meskipun klub-klub tersebut diperbolehkan melakukan proses rekrutmen, mereka terhambat oleh regulasi yang melarang pendaftaran pemain baru untuk berkompetisi di ajang resmi.
Selain kendala administratif tersebut, kondisi performa kedua klub juga menjadi pertimbangan strategis. Saat ini, baik Mahesa Jenar maupun Kabau Sirah sedang berkutat di kasta kedua kompetisi nasional, yakni Championship. Faktor ketidakmampuan kedua klub untuk mendaftarkan pemain baru serta posisi mereka di liga kasta kedua diduga kuat menjadi alasan utama Arhan memilih Persija Jakarta sebagai pelabuhan karier berikutnya. Keputusan ini diambil agar sang pemain tetap dapat berkompetisi di level tertinggi sepak bola Indonesia sekaligus menjaga kebugaran fisiknya untuk kebutuhan Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih John Herdman. Hingga saat ini, manajemen Persija Jakarta belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail durasi kontrak yang diberikan kepada bek sayap tersebut.









