Budapest – Chelsea diduga melancarkan sindiran tajam kepada rival sekota mereka, Arsenal, setelah The Gunners gagal menjuarai Liga Champions musim 2025-2026. Kegagalan Arsenal meraih trofi Si Kuping Besar terjadi usai mereka takluk dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui drama adu penalti dengan skor 3-4 di partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Tidak lama setelah laga final tersebut berakhir, pihak Chelsea langsung memamerkan koleksi trofi Liga Champions mereka melalui seluruh platform media sosial resmi klub. Langkah ini dinilai sebagai bentuk sindiran halus namun menohok terhadap kegagalan Arsenal yang hingga kini belum pernah menjuarai kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut. Chelsea sendiri tercatat telah mengoleksi dua trofi Liga Champions, yakni pada edisi 2011-2012 dan 2020-2021.

Unggahan Chelsea dikemas dalam bentuk ajakan kepada penggemar sepak bola untuk melakukan tur stadion ke markas mereka, Stamford Bridge. Namun, sorotan utama tertuju pada pemilihan foto yang ditampilkan. Pada slide pertama, Chelsea secara sengaja memajang foto megah trofi Liga Champions, disusul foto trofi Piala Dunia Klub pada slide berikutnya. Kedua gelar elite tersebut merupakan pencapaian yang belum pernah diraih oleh Arsenal sepanjang sejarah klub. Selain itu, Chelsea juga menyertakan foto spanduk bertuliskan The Pride of London, yang semakin mempertegas dominasi mereka di ibu kota Inggris tersebut.

Pertandingan final antara Arsenal dan PSG sendiri berjalan sangat ketat. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir. Arsenal sempat unggul cepat saat laga baru berjalan enam menit melalui gol Kai Havertz. Namun, keunggulan tersebut sirna pada menit ke-64 setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada PSG akibat pelanggaran di area terlarang. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, sekaligus memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

Dalam babak penentuan tersebut, mentalitas pemain Arsenal tampak goyah. Dari lima eksekutor yang disiapkan, hanya tiga pemain yang sukses mencetak gol. Sebaliknya, PSG menunjukkan ketenangan lebih baik dengan empat penendang berhasil menuntaskan tugasnya. Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Mikel Arteta yang sebenarnya tampil meyakinkan sepanjang turnamen.

Bagi Arsenal, kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan mereka di kompetisi Eropa. Meski mendominasi jalannya pertandingan di awal babak pertama, ketidakmampuan menjaga keunggulan serta kegagalan dalam eksekusi penalti menjadi faktor utama hilangnya trofi yang telah diimpikan oleh para pendukung The Gunners. Sementara itu, aksi Chelsea di media sosial telah memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola terkait rivalitas panas tim-tim asal London tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *