Oslo – Tim nasional Norwegia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan krusial atas Brazil. Bintang utama Manchester City, Erling Haaland, menjadi aktor kunci dalam keberhasilan tersebut dengan memborong seluruh gol kemenangan timnya. Penampilan impresif penyerang berusia 26 tahun ini tidak hanya mengamankan posisi Norwegia di turnamen, tetapi juga kembali mengangkat popularitasnya di kancah sepak bola internasional.
Di luar lapangan, sosok Haaland dikenal dengan kepribadian yang disiplin dan pendiam. Kesuksesan atlet kelahiran 21 Juli 2000 ini tidak lepas dari dukungan keluarga yang telah membentuknya menjadi salah satu pesepak bola paling ditakuti saat ini. Haaland lahir di Leeds, Inggris, sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman orang tuanya di Byrne, Norwegia, saat berusia tiga tahun.
Keluarga Haaland dikenal sebagai dinasti olahraga terkemuka di Skandinavia. Ayahnya, Alf-Inge “Alfie” Haaland, merupakan mantan gelandang bertahan yang pernah berkarier di Liga Premier Inggris bersama Nottingham Forest, Leeds United, dan Manchester City. Sementara itu, ibunya, Gry Marita Braut, adalah atlet atletik berprestasi yang pernah menjuarai kejuaraan heptathlon Norwegia pada tahun 1990-an. Kombinasi latar belakang genetik dari kedua orang tuanya dinilai menjadi faktor utama di balik kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan penyelesaian akhir yang luar biasa dari Erling Haaland.
Sebagai bentuk apresiasi atas peran orang tuanya, Haaland mengenakan jersey bertuliskan “Braut Haaland” selama gelaran Piala Dunia 2026. Ayahnya sendiri tetap menjadi figur sentral dalam karier profesional sang putra, baik sebagai penasihat dalam pengambilan keputusan besar maupun pendamping dalam sesi latihan.
Dalam kehidupan pribadi, Erling merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua kakak kandung, yakni Astor Haaland yang menempuh pendidikan di bidang keuangan, dan Gabrielle Haaland yang berprofesi sebagai asisten dokter. Meski kedua kakaknya tidak mengikuti jejak profesionalnya di lapangan hijau, dukungan mereka tetap terlihat di berbagai momen penting karier Haaland.
Pasca perceraian kedua orang tuanya, Alfie Haaland telah membangun keluarga baru dan memiliki dua anak perempuan. Haaland diketahui memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarga besarnya. Bakat sepak bola dalam keluarga Braut pun terus berlanjut melalui sepupu-sepupunya, seperti Albert Tjåland yang bermain untuk Molde, serta Jonatan Braut Brunes dan Emma Braut Brunes yang juga berkarier sebagai pesepak bola profesional.
Dominasi genetik dan dukungan sistem pendukung yang kuat ini menjadikan Erling Haaland bukan sekadar fenomena individu, melainkan produk dari ekosistem keluarga atlet yang terencana. Dengan performa tajam yang ia tunjukkan di Piala Dunia 2026, Haaland kini menjadi tumpuan harapan Norwegia untuk melaju lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.











