Lisboa – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan kapasitasnya di level sepak bola internasional dengan menepis seluruh kritik yang mengarah kepadanya sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026. Meski telah menginjak usia 41 tahun dan menyandang status sebagai pemain tertua dalam turnamen tersebut, megabintang Timnas Portugal ini tetap mampu memberikan kontribusi krusial bagi tim nasionalnya.

Penampilan Ronaldo sempat diragukan oleh banyak pihak, terutama setelah laga pembuka Grup K yang mempertemukan Portugal dengan Kongo. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Ronaldo dinilai tampil kurang maksimal karena minimnya kontribusi dalam melakukan tekanan maupun skema pembangunan serangan. Ia lebih banyak terlihat pasif di ujung formasi, yang memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan pengamat sepak bola.

Namun, respons yang diberikan oleh kapten Timnas Portugal tersebut sangat kontras di pertandingan berikutnya. Menghadapi Uzbekistan, Ronaldo menunjukkan ketajaman yang belum luntur dengan mencetak dua gol sekaligus. Performa impresifnya berlanjut pada babak 32 besar, di mana ia menjadi penentu kemenangan Portugal dengan skor 2-1. Dalam laga tersebut, Ronaldo mengeksekusi penalti dengan tenang untuk membalikkan kedudukan. Ia bahkan sempat mencetak gol indah melalui skema bola lob, meskipun akhirnya dianulir oleh wasit karena posisi offside.

Hingga saat ini, Ronaldo telah mengoleksi total tiga gol di Piala Dunia 2026. Torehan tersebut dianggap sebagai jawaban telak atas keraguan publik mengenai kemampuan fisiknya yang dianggap mulai menurun. Menanggapi kritik yang terus menyertainya, Ronaldo mengaku sudah terbiasa dengan tekanan media dan pengamat selama dua dekade lebih berkarier di dunia profesional.

“Saya sudah terbiasa dengan ini. Kalian sudah mencoba membunuhku selama 23 tahun, tetapi kalian lihat itu tidak ada gunanya,” ujar Ronaldo.

Bagi Ronaldo, usia yang telah menginjak kepala empat justru memberikan keuntungan dari sisi kematangan dan pengalaman di lapangan hijau. Ambisi utamanya saat ini adalah melengkapi koleksi trofi bergengsi sepanjang kariernya. Setelah sukses membawa Portugal menjuarai Euro 2016, trofi Piala Dunia menjadi satu-satunya pencapaian besar yang belum pernah diraih oleh sang penyerang Al Nassr tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan segalanya bagi tim nasional dalam setiap pertandingan sisa. “Apa pun yang terjadi besok, Cristiano Ronaldo akan pulang dengan kesadaran penuh, tidak hanya 100 persen tetapi 1000 persen karena dalam sepak bola saya memberikan segalanya,” tambahnya.

Portugal kini tengah bersiap menghadapi Spanyol dalam laga krusial babak 16 besar yang akan berlangsung pada Selasa (7/7/2026). Jika mampu melaju hingga ke babak final, terdapat skenario menarik di mana Portugal berpotensi berhadapan dengan Timnas Argentina yang dipimpin oleh rival abadinya, Lionel Messi. Fokus Ronaldo saat ini sepenuhnya tertuju pada laga melawan Spanyol demi mengamankan satu tempat di babak perempat final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *