Manchester – Manchester City dikabarkan semakin dekat untuk merampungkan proses transfer gelandang potensial Nottingham Forest, Elliot Anderson, pada bursa transfer musim panas 2026. The Citizens dilaporkan tengah menyiapkan tawaran fantastis senilai 130 juta poundsterling atau setara dengan Rp2,86 triliun demi memboyong sang pemain ke Etihad Stadium.
Langkah ini diambil manajemen Manchester City sebagai upaya untuk memperkuat lini tengah mereka sekaligus mengantisipasi kepergian Bernardo Silva yang telah resmi bergabung dengan Real Madrid. Jika kesepakatan ini tercapai, nilai transfer tersebut tidak hanya akan memecahkan rekor internal klub, tetapi juga berpotensi menjadi rekor transfer pemain Inggris termahal sepanjang sejarah Premier League.
Sebelumnya, Manchester City telah mengajukan tawaran awal sebesar 120 juta poundsterling atau sekitar Rp2,64 triliun, namun angka tersebut sempat ditolak oleh pihak Nottingham Forest. Kenaikan nilai penawaran ke angka Rp2,86 triliun diyakini telah memenuhi ekspektasi harga yang ditetapkan oleh klub pemilik, sehingga proses negosiasi kini berada dalam tahap intensif.
Dominasi Manchester City dalam perburuan Anderson praktis menyingkirkan pesaing utama mereka, yakni Chelsea dan Manchester United. Kedua klub rival tersebut dilaporkan enggan terlibat dalam perang harga yang terlalu tinggi, sehingga mereka kini mulai mengalihkan fokus untuk mengincar target pemain lain guna memperkuat skuad masing-masing.
Peningkatan nilai pasar Elliot Anderson sendiri tergolong sangat fantastis. Nottingham Forest tercatat hanya menebus pemain berusia 23 tahun tersebut dari Newcastle United dua tahun lalu dengan biaya sekitar 15 juta poundsterling atau Rp330 miliar. Dengan potensi transfer ke City, nilai sang pemain melonjak hampir sembilan kali lipat dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Meski demikian, langkah besar ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Mantan pemain tim nasional Inggris, Chris Waddle, memberikan peringatan kepada Anderson mengenai risiko yang mungkin dihadapi saat bergabung dengan klub sebesar Manchester City. Waddle mencontohkan kasus Kalvin Phillips yang kesulitan menembus skuad utama setelah pindah dari Leeds United. Ia khawatir Anderson akan mengalami nasib serupa jika gagal mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan pelatih baru yang akan menggantikan Pep Guardiola, Enzo Maresca.
Di sisi lain, gaya permainan Anderson yang dikenal memiliki stamina kuat, akurasi umpan presisi, serta kedisiplinan tinggi dalam menjaga ritme pertandingan, dianggap sangat cocok dengan filosofi taktikal yang akan diterapkan Maresca. Kualitas tersebut dinilai mampu memberikan keseimbangan baru bagi lini tengah City yang sempat kehilangan kreativitas pasca-hengkangnya Bernardo Silva.
Jika proses transfer ini terealisasi, Manchester City dipastikan tidak akan lagi mengejar gelandang Chelsea, Enzo Fernandez. Kondisi ini secara tidak langsung membuka peluang bagi klub lain, seperti Real Madrid, untuk bermanuver mendapatkan tanda tangan pemain asal Argentina tersebut. Saat ini, publik sepak bola dunia masih menunggu pengumuman resmi dari kedua klub terkait penyelesaian transaksi yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan di Premier League musim depan.











