Budapest – Partai final Liga Champions 2025/2026 akan mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini menjadi panggung penentuan bagi kedua klub yang sama-sama telah mengamankan gelar juara liga domestik musim ini.
Berdasarkan data superkomputer Opta, PSG lebih diunggulkan untuk mengangkat trofi dengan peluang kemenangan mencapai 56 persen, sementara Arsenal berada di angka 44 persen. Dalam 10.000 simulasi yang dilakukan, PSG tercatat memiliki peluang menang dalam waktu normal sebesar 43,5 persen, berbanding 29,7 persen untuk Arsenal, dengan 26,8 persen kemungkinan laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu atau adu penalti.
Dominasi PSG di fase gugur musim ini tidak lepas dari performa impresif penyerang mereka, Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia tersebut mencatatkan kontribusi signifikan dengan tujuh gol dan tiga assist. Kvaratskhelia bahkan mencetak rekor sebagai pemain pertama yang terlibat dalam gol di tujuh pertandingan fase gugur Liga Champions secara berturut-turut dalam satu musim.
Jika berhasil memenangkan laga ini, PSG akan menorehkan sejarah baru sebagai klub pertama yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions di era modern sejak Real Madrid melakukannya pada periode 2015/2016 hingga 2017/2018. Ambisi ini didukung oleh rekor pelatih Luis Enrique yang memiliki catatan sempurna dalam final kompetisi elite UEFA. Sepanjang kariernya, Enrique belum pernah kalah di partai final kompetisi UEFA dan memegang persentase kemenangan tertinggi di Liga Champions, yakni 64 persen bagi pelatih yang telah memimpin minimal 50 pertandingan.
Di sisi lain, Arsenal datang dengan motivasi tinggi untuk menyamai prestasi klub Inggris lainnya. Jika mampu menumbangkan PSG, The Gunners akan menjadi klub Inggris keempat yang sukses mengawinkan gelar liga domestik dan Liga Champions dalam satu musim yang sama, menyusul jejak Liverpool, Manchester United, dan Manchester City.
Secara statistik pertemuan, kedua tim memiliki rekor yang cukup berimbang dari tujuh laga sebelumnya di semua kompetisi, dengan masing-masing mencatatkan dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Namun, PSG memiliki keunggulan psikologis setelah menyingkirkan Arsenal di babak semifinal Liga Champions musim lalu dengan agregat 3-1.
Catatan sejarah juga menunjukkan tantangan berat bagi Arsenal saat menghadapi klub asal Prancis di fase gugur kompetisi Eropa. Dalam dua kesempatan sebelumnya, Arsenal selalu tersingkir saat berhadapan dengan wakil Prancis, PSG dan AS Monaco. Meski demikian, Arsenal tetap menjadi ancaman serius bagi ambisi PSG untuk mencatatkan rekor bersejarah. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat kedua tim berada dalam performa puncak setelah mendominasi kompetisi domestik di masing-masing negara.










