London – Arsenal memulai kampanye musim Premier League 2026-27 dengan status sebagai juara bertahan. Keberhasilan The Gunners menjuarai liga musim 2025-26 di bawah arahan Mikel Arteta mengakhiri penantian panjang klub selama 22 tahun sejak gelar terakhir mereka pada musim 2003-04. Kini, fokus utama tim adalah mempertahankan mahkota juara dan mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar liga secara beruntun di era Premier League.
Tantangan besar sudah menanti Arsenal di paruh pertama musim, di mana mereka harus menghadapi serangkaian laga krusial yang diprediksi akan menentukan arah perburuan gelar. Salah satu ujian paling berat adalah kunjungan ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada 31 Oktober 2026. Stadion tersebut selama ini menjadi momok bagi Arsenal, yang belum pernah mencatatkan kemenangan di sana sejak tahun 2012.
Rekor buruk di Anfield menjadi perhatian serius bagi Mikel Arteta. Dalam enam kunjungan terakhir ke markas Liverpool tersebut, Arsenal gagal meraih poin maksimal. Pertemuan mendatang akan menjadi pembuktian bagi Arteta untuk mematahkan kutukan tersebut, sekaligus menguji kesiapan Liverpool yang kini ditangani oleh Andoni Iraola dalam mengarungi era baru.
Tidak lama berselang, ujian berat lainnya akan tersaji pada 28 November 2026 saat Arsenal menjamu Manchester City di Emirates Stadium. Meski Manchester City kini berada di bawah kendali Enzo Maresca menyusul kepergian Pep Guardiola, The Citizens tetap dipandang sebagai penantang utama gelar. Kedalaman skuad dan kekuatan finansial City menjadikan mereka ancaman konstan bagi ambisi Arsenal. Namun, Arsenal memiliki modal kepercayaan diri yang cukup tinggi karena mereka berhasil mendominasi pertemuan kontra City di Emirates dalam tiga tahun terakhir.
Hanya berselang satu pekan setelah laga kontra City, Arsenal akan melakoni partai sarat gengsi dalam Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur pada 5 Desember 2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Tottenham Hotspur, di mana Arsenal memiliki catatan impresif. The Gunners tercatat belum terkalahkan dalam delapan pertemuan terakhir di derby tersebut dan berhasil memenangkan empat kunjungan terakhir ke markas Tottenham dengan agregat gol 10-3.
Musim ini, Tottenham Hotspur memasuki babak baru di bawah asuhan pelatih asal Italia, Roberto De Zerbi. Dominasi yang dibangun Arsenal atas rival sekotanya tersebut akan kembali diuji dalam laga nanti. Bagi pendukung The Gunners, mempertahankan dominasi atas Tottenham menjadi target prestisius di samping misi utama mempertahankan trofi liga Inggris.
Keberhasilan Arsenal menjadi juara musim lalu telah mengubah peta persaingan. Kini, Arsenal bukan lagi sekadar penantang, melainkan tim yang menjadi target untuk dikalahkan oleh para pesaingnya. Rangkaian pertandingan melawan Liverpool, Manchester City, dan Tottenham Hotspur akan menjadi parameter nyata apakah skuad asuhan Mikel Arteta mampu membangun era dominasi baru di kancah sepak bola Inggris. Kematangan taktik dan konsistensi performa dalam periode padat jelang akhir tahun menjadi kunci utama bagi Arsenal untuk menjaga momentum perburuan gelar liga musim 2026-27.











