London – Winger andalan Arsenal, Bukayo Saka, dipastikan bergabung dengan skuad Timnas Inggris untuk gelaran Piala Dunia 2026 dalam kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya. Pemain berusia 24 tahun tersebut dilaporkan membawa cedera achilles yang cukup serius akibat akumulasi jadwal padat sepanjang musim 2025-2026 bersama klubnya.

Kondisi ini menciptakan dilema bagi sang pemain dan tim pelatih Inggris. Saka mengakui bahwa keikutsertaannya dalam turnamen akbar ini merupakan sebuah perjudian besar terhadap kariernya. Tanpa adanya Piala Dunia, Saka sebenarnya disarankan untuk menjalani operasi guna memulihkan kondisi fisiknya secara total sebelum menyambut musim kompetisi mendatang.

Musim 2025-2026 sendiri menjadi tahun yang emosional bagi Saka. Ia sukses mengantarkan Arsenal meraih gelar juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir. Namun, perjalanan panjang tersebut memakan korban pada aspek kebugarannya. Puncak kelelahan fisik terjadi saat Arsenal melaju ke final Liga Champions, di mana mereka harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain melalui drama adu penalti setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya.

Masalah achilles yang diderita Saka bermula saat ia tampil di partai final Carabao Cup melawan Manchester City. Cedera tersebut memaksanya absen dalam tujuh pertandingan kompetitif. Bahkan, dalam lima laga terakhir musim ini, ia hanya mampu bermain penuh selama 90 menit sebanyak satu kali. Pada laga final Liga Champions, Saka bahkan ditarik keluar lapangan sebelum waktu normal berakhir, sehingga ia tidak sempat ambil bagian dalam babak adu penalti yang krusial.

Dalam keterangannya, Saka menyatakan bahwa ia telah mendapatkan penanganan intensif sejak bulan Maret lalu untuk membantu proses pemulihannya. Meski demikian, ia menyadari risiko yang diambil dengan tetap memaksakan diri tampil di Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa pilihan untuk tetap bermain adalah keputusan yang berat, terutama dengan kesadaran bahwa publik akan memberikan penilaian terhadap performanya di lapangan nanti.

Menghadapi situasi tersebut, pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, telah mengambil langkah antisipasi. Tuchel memutuskan untuk memanggil rekan setim Saka di Arsenal, Noni Madueke, sebagai pelapis di posisi sayap kanan. Selain itu, Inggris masih memiliki kedalaman skuad di sektor sayap dengan kehadiran Anthony Gordon, Marcus Rashford, serta Morgan Rogers. Meskipun nama-nama tersebut cenderung lebih nyaman beroperasi di sisi kiri lapangan, mereka menjadi opsi strategis bagi tim pelatih.

Timnas Inggris dijadwalkan akan melakoni laga pembuka Grup L melawan Kroasia pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Kehadiran Saka di lapangan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim, meskipun staf medis dipastikan akan terus memantau perkembangan cederanya secara ketat selama turnamen berlangsung. Kesiapan Saka akan menjadi kunci bagi Inggris untuk mengarungi fase grup yang kompetitif di Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *