Jakarta – Zinedine Zidane dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk menukangi Tim Nasional Prancis. Kesepakatan ini akan berlaku setelah Piala Dunia FIFA musim panas mendatang.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan Zidane. Ia akan menggantikan Didier Deschamps yang telah memimpin timnas berjuluk Les Bleus sejak 2012.
Kabar ini tidak mengejutkan banyak pengamat sepak bola. Zidane memang telah lama diprediksi akan memimpin timnas negaranya. Pengalaman dan rekam jejaknya sebagai pemain maupun pelatih menjadikannya kandidat utama setiap kali posisi pelatih timnas Prancis dibicarakan.
Sebagai pemain, Zidane merupakan salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Ia pernah meraih Ballon d’Or 1998 dan tiga kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA.
Puncak kariernya bersama timnas Prancis terjadi saat menjuarai Piala Dunia 1998. Ia juga berhasil membawa Prancis kembali ke final Piala Dunia 2006.
Meskipun final 2006 diwarnai insiden kartu merah kontroversial, warisan Zidane sebagai legenda sepak bola Prancis tidak tergoyahkan.
Di luar lapangan, Zidane juga mencatatkan prestasi gemilang sebagai pelatih. Saat menangani Real Madrid dalam dua periode (2016-2018 dan 2019-2021), ia sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Champions UEFA berturut-turut.
Ia juga berhasil meraih gelar liga domestik dan sejumlah trofi lainnya bersama klub raksasa Spanyol tersebut. Gaya kepemimpinannya yang tenang, kemampuan mengelola pemain bintang, serta kecerdasan taktik menjadi ciri khasnya.
Jika kesepakatan ini terealisasi, Zidane akan memulai babak baru dalam kariernya. Ia akan memimpin generasi baru timnas Prancis yang penuh talenta, sekaligus melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun Deschamps selama lebih dari satu dekade.











