Gianyar – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengklarifikasi pernyataannya terkait sistem perekrutan pemain di Indonesia yang sempat viral. Ia merasa kesal karena terjemahan wawancaranya dianggap tidak sesuai dengan maksud sebenarnya.

Pernyataan pelatih asal Belanda ini sebelumnya menuai sorotan setelah wawancaranya dengan media Belanda yang mengkritik sistem belanja pemain di klub-klub Indonesia. Jansen menyoroti ketiadaan pencari bakat dan praktik klub yang hanya mengandalkan agen pemain.

Usai kemenangan Bali United 1-0 atas Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (4/1/2026), Jansen memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyalahkan siapa pun atau menilai sistem yang ada buruk.

“Menurut saya, cara orang-orang menerjemahkannya itu benar-benar bodoh,” ujar Johnny Jansen. “Kalau memang mau menerjemahkan, hubungi saja saya. Saya akan menjelaskan semuanya, apa yang sebenarnya tertulis dan dimaksud dalam wawancara itu.”

Jansen menegaskan bahwa ia selalu menghormati direktur teknik dan pemilik klub. Ia ingin menekankan pentingnya pengembangan klub secara bertahap dan lebih profesional, baik di level tim utama maupun melalui akademi dan pemain muda.

Ia mencontohkan, pengembangan pemain muda di Bali United dengan melibatkan pemain berusia 16 tahun dalam latihan bersama tim utama.

Terkait proses pencarian pemain, Jansen menjelaskan bahwa diskusi dengan semua pihak dilakukan untuk mengembangkan klub menjadi lebih baik. “Penting bagi kami untuk saling berdiskusi tentang bagaimana kami akan mengembangkan dan membuat klub ini menjadi lebih baik. Itu yang paling penting,” jelasnya.

Jansen menegaskan bahwa ia selalu berusaha untuk membuat tim yang dilatihnya menjadi lebih baik dan lebih profesional. Hal ini juga yang selalu ia diskusikan dengan CEO Bali United, Yabes Tanuri, dan staf pelatih lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *