Padang – Barcelona menghadapi kendala besar dalam upaya memperkuat lini pertahanan pada bursa transfer Januari. Klub raksasa LaLiga ini terpaksa mengubur harapan mendatangkan Nathan Ake setelah Manchester City mematok harga tinggi.
Barcelona membutuhkan tambahan bek tengah segera. Cedera ligamen jangka panjang yang dialami Andreas Christensen, ditambah ketidakjelasan masa depan Ronald Araujo, membuat opsi di lini belakang sangat terbatas.
Bek tim nasional Belanda, Nathan Ake, dinilai cocok karena pengalamannya dan fleksibilitas posisi. Ia bisa bermain sebagai bek tengah dan bek kiri. Ake juga disebut terbuka untuk tantangan baru di LaLiga.
Manchester City hanya bersedia melepas Ake dengan harga di atas 25 juta euro (sekitar Rp 494 miliar). Dengan kontrak hingga 2027, City merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mendapat keuntungan maksimal.
Bagi Barcelona, harga tersebut menjadi penghalang besar. Pembatasan keuangan dan ketidakpastian batas gaji membuat transfer besar pada Januari dinilai terlalu berisiko. Kondisi ini membuat Barcelona mundur dari perburuan Ake untuk saat ini.
Barcelona memprioritaskan pembelian besar pada bursa transfer musim panas. Untuk Januari, mereka lebih memilih solusi jangka pendek, seperti peminjaman atau transfer murah.
Direktur olahraga Barcelona, Deco, aktif memantau pasar, termasuk di Liga Inggris, dengan pendekatan selektif agar tidak mengganggu rencana jangka panjang klub.











