Sport
Rabu, 19 November 2025 – 23:59 WIB
VIVA – Borobudur Marathon 2025 resmi naik level setelah mengantongi predikat Elite Label World Athletics.
Status baru ini membuat standar penyelenggaraan berubah drastis, mulai dari verifikasi rute internasional, penambahan kategori lomba, hingga aturan ketat soal hidrasi atlet dan kualitas air mineral yang digunakan sepanjang race.
Label elite menuntut seluruh aspek event diverifikasi secara menyeluruh. Termasuk produk yang disajikan di water station—mulai dari kandungan mineral, kesegaran, sampai keamanan pangan.
Dari proses panjang tersebut, Le Minerale lolos sebagai satu-satunya air mineral yang memenuhi kualifikasi World Athletics untuk mendukung 11.500 pelari pada 16 November 2025 di kawasan Candi Borobudur, Magelang.
Race Director Borobudur Marathon 2025, Andreas Kansil, menegaskan bahwa perubahan status tidak mengubah kepercayaan panitia terhadap Le Minerale.
“Kami harus memastikan kualitas water station sesuai standar internasional. Karena itu kami kembali menggandeng Le Minerale yang punya mineral alami untuk menjaga pelari tetap bertenaga dan tidak loyo,” ujarnya.
Tahun ini panitia juga menghadirkan rute baru yang menghadirkan pengalaman berbeda, namun tetap mempertahankan tanjakan legendaris yang selama ini menjadi ciri khas Borobudur Marathon.
Untuk membantu pelari menaklukkan rute tersebut, water station Le Minerale disebar merata: 24 titik untuk full marathon, 10 titik untuk half marathon, dan 3 titik bagi pelari 10K.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Medical Doctor Borobudur Marathon 2025, dr. Wawan Budisusilo Sp.KO, menegaskan bahwa iklim tropis Indonesia menuntut strategi hidrasi yang lebih intensif dibanding negara empat musim.
“Tiap event punya hydration point yang dihitung cermat. Di Indonesia, jarak antar water station harus lebih dekat karena panas dan tingkat kehilangan cairan lebih tinggi,” jelasnya.
Menurut dr. Wawan, hidrasi bukan sekadar memberi air, tetapi memastikan penggantian mineral yang hilang akibat keringat.
“Makanya water station kami tempatkan setiap 2,5 km. Pelari diharapkan memanfaatkan asupan mineral ini agar performa stabil sampai finish,” tegasnya.
Pengalaman pentingnya hidrasi juga dirasakan pelari profesional dari Le Minerale Running Squad, Ibnu Jamil.
“Sebelum, selama, dan sesudah lari saya selalu cukupkan cairan dan mineral. Di Borobudur Marathon ini saya selalu singgah di water station meski hanya minum sedikit untuk cegah kram,” ungkapnya.
Halaman Selanjutnya
Head of Public Relation and Digital Le Minerale, Yuna, menyampaikan rasa bangganya kembali dipercaya menjadi official mineral water di ajang berlabel Elite World Athletics tersebut.











