Padang – Granit Xhaka tampil memukau bersama Sunderland. Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, bahkan menyebut Xhaka sebagai rekrutan terbaik di Liga Inggris musim ini.

Rooney meyakini dampak besar yang diberikan Xhaka sejak bergabung dengan Sunderland. Gelandang berusia 33 tahun itu didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer 20 juta Euro pada musim panas lalu.

Xhaka langsung menjadi pemain kunci dan dipercaya mengemban ban kapten. Di bawah asuhan Regis Le Bris, Sunderland menunjukkan performa yang menjanjikan, kini berada di posisi keempat klasemen, hanya terpaut tiga poin dari posisi kedua.

“Kembali ke Liga Inggris, Anda bertanya-tanya apakah dia bisa melakukannya. Jelas, dengan tim yang juga baru promosi, dampak apa yang bisa dia berikan? Tapi dia mungkin adalah rekrutan terbaik musim ini. Dia sangat brilian,” ujar Rooney dalam acara The Wayne Rooney Show.

Musim ini, Xhaka memimpin Sunderland dalam berbagai statistik penting, termasuk assist (tiga), *expected assists* (1,2), umpan sukses (494), umpan ke kotak penalti (60), peluang yang diciptakan (16), dan duel yang dimenangkan (67).

Di antara pemain luar Liga Inggris, hanya tiga pemain yang mencatatkan umpan panjang sukses lebih banyak dari 52 umpan panjang yang dilakukan Xhaka.

Rooney juga menyoroti peran Xhaka sebagai sosok pemimpin di Sunderland yang dihuni banyak pemain muda. “Sunderland juga punya skuad yang sangat muda. Dia hampir seperti figur ayah dan dia akan sangat membantu pelatih sebagai kapten. Dan mereka banyak merekrut pemain di musim panas, dia akan sangat membantu manajer dan para pemain lainnya, tentu saja, dengan memanfaatkan pengalamannya,” jelasnya.

Pengalaman Xhaka di Arsenal, di mana ia mampu bangkit dari kritik penggemar dan menjadi pemain kunci di bawah Mikel Arteta, dinilai Rooney telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat. Kesuksesan Xhaka bersama Bayer Leverkusen juga semakin menambah keyakinan Rooney terhadap kualitas pemain asal Swiss tersebut.

“Ketika dia menghadapi situasi sulit dengan Arsenal, ketika dia berselisih dengan para penggemar, itu menunjukkan karakternya untuk pergi dan bermain untuk Arsenal lagi,” kata Rooney.

“Melewati semua itu, lalu bermain untuk Arsenal, dan kemudian di Leverkusen menjadi bagian dari tim yang mengakhiri dominasi Bayern Munchen untuk meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun, telah menunjukkan betapa hebatnya dia sebagai pemain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *