Gunungkidul – Pembalap muda asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, terus menunjukkan perkembangan impresif di musim debutnya di Moto3 2026. Meski berpeluang besar meraih gelar Rookie of The Year, Veda memilih untuk tidak menjadikan penghargaan tersebut sebagai target utama.
Veda menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjaga konsistensi dalam mengumpulkan poin di setiap balapan hingga akhir musim. “Enggak mau fokus buat mendapatkan gelar Rookie of The Year,” ujarnya.
Persaingan untuk menjadi rookie terbaik musim ini sangat ketat. Veda menilai kemampuan para pendatang baru hampir merata, sehingga sulit untuk menonjol sebagai yang terbaik. Saat ini, Brian Uriarte memimpin klasemen rookie dengan 72 poin, diikuti Veda di posisi keenam dengan 71 poin, sementara Hakim Danish juga masih bersaing.
Meski hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, Veda menegaskan bahwa ia tidak ingin terbebani dengan target mengejar penghargaan individu. “Awalnya enggak ada target untuk jadi Rookie of The Year, cuma ngoleksi poin doang. Sekarang memang persaingannya ketat, tapi saya enggak punya ekspektasi,” katanya.
Veda mengaku puas dengan pencapaiannya selama paruh pertama musim ini. Awalnya, ia hanya menargetkan bisa mencetak poin, namun berhasil melampaui ekspektasi tersebut. “Setengah musim yang bagus bagi saya. Di awal-awal seri targetnya cuma bisa mendapatkan poin,” ungkapnya.
Performa Veda semakin menarik perhatian setelah menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang grand prix dengan finis ketiga di Moto3 Brasil. Momentum positif berlanjut di Moto3 Ceko, di mana ia berhasil naik dari posisi start ke-20 hingga finis di urutan kelima. Pada seri terbaru di Moto3 Jerman, Veda kembali mengamankan poin dengan finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari grid ke-13.
Meski hasilnya terus membaik, Veda mengakui masih banyak pelajaran yang harus dipelajari selama musim debutnya bersama tim baru. Ia bertekad untuk terus meningkatkan performa demi hasil yang lebih baik ke depannya.











