Jakarta – Media Vietnam menyoroti peluang besar Timnas Indonesia untuk meraih gelar juara Piala AFF 2026. Satu alasan kuat menjadi sorotan utama: perubahan jadwal turnamen.
Piala AFF atau ASEAN Cup 2026 akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus. Perubahan jadwal ini dinilai memberikan keuntungan signifikan bagi Timnas Indonesia.
Media Vietnam, Dantri.com.vn, menyebut bahwa Indonesia akan datang dengan kekuatan penuh karena turnamen ini digelar di masa transisi kompetisi. Hal ini memungkinkan pemain-pemain terbaik, termasuk yang bermain di luar negeri, untuk memperkuat timnas.
Sebelumnya, Piala AFF selalu digelar pada bulan Desember, saat kompetisi liga sedang berlangsung dan turnamen ini tidak masuk dalam agenda resmi FIFA. Akibatnya, Indonesia seringkali tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya.
“Ini berarti tidak akan ada lagi perselisihan antara klub dan PSSI terkait seleksi pemain,” tulis Dantri.com.vn. “Karena Piala AFF diadakan pada masa transisi antar musim, semua pemain terbaik memiliki kesempatan untuk dipanggil.”
Media Vietnam mengakui bahwa masalah ini sudah menjadi rahasia umum. Mereka juga antusias menyaksikan kebangkitan sepak bola Indonesia, meskipun hal itu bisa menjadi ancaman bagi Vietnam sebagai juara bertahan.
“Sebelumnya, PSSI kesulitan memanggil pemain yang tidak termasuk dalam kalender pertandingan FIFA, tetapi tahun ini mereka tampak lebih fleksibel,” lanjut Dantri.com.vn. “Oleh karena itu, masih ada harapan bahwa tim nasional Indonesia akan memenangkan Piala AFF untuk pertama kalinya. Ini menandai awal baru untuk membangun kembali prestasi tim nasional Indonesia.”
Piala AFF memang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian kalangan, trofi ini dianggap tidak terlalu penting. Namun, bagi sebagian lainnya, Indonesia belum layak disebut sebagai kekuatan sepak bola Asia jika belum pernah meraih gelar juara di ajang ini.
Indonesia sendiri sudah enam kali menjadi runner-up Piala AFF, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Thailand menjadi lawan yang paling sering mengalahkan Indonesia di partai final, yakni pada edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.











