Jakarta – Harga Jenson Seelt, pemain asal Wolfsburg yang dikabarkan menjadi incaran naturalisasi Timnas Indonesia, melonjak hingga Rp52 Miliar. Kenaikan harga ini terjadi di tengah santernya rumor ketertarikan Timnas Indonesia terhadap bek berdarah Ambon tersebut.
Kabar melonjaknya harga pasar Jenson Seelt ini diungkap oleh sebuah akun Instagram yang fokus pada informasi Timnas Indonesia, @timnasdiasporaa, yang mengutip data dari laman Transfermarkt.
Lonjakan harga Jenson Seelt tak lepas dari performa apiknya bersama Wolfsburg. Pemain pinjaman dari Sunderland ini mampu mendapatkan menit bermain reguler di lini belakang, tampil dalam 8 dari 10 pertandingan terakhir di Bundesliga.
Kevin Diks Bujuk Seelt?
Kevin Diks, pemain Timnas Indonesia, dikabarkan telah berbicara dengan Jenson Seelt mengenai pengalamannya membela skuad Garuda. Diks menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Seelt.
“DIKS DAN SEELT BICARA TENTANG INDONESIA! Seusai pertandingan Borussia Monchengladbach vs VFL Wolfsburg, Kevin Diks mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Jenson Seelt yang juga memiliki akar Maluku, Indonesia dan membahas tentang Indonesia,” tulis @indonesiafootballid.
Seelt Akui Tertarik Indonesia
Sebelumnya, Jenson Seelt juga sempat menceritakan tentang Indonesia kepada media. Ia mengaku memiliki ketertarikan pada tanah leluhurnya dan ingin berkunjung dalam waktu dekat.
“Kakek saya berasal dari Indonesia, dari Maluku tepatnya,” ujar Seelt dalam sesi Bundesliga Media Roundtable. Ia juga mengaku menyukai makanan Indonesia, terutama soto.
6 Keuntungan Naturalisasi Seelt
Jika Jenson Seelt benar-benar dinaturalisasi, Timnas Indonesia akan mendapatkan beberapa keuntungan, di antaranya:
1. Kemampuan Membaca Permainan: Seelt memiliki kelihaian dalam membaca pergerakan lawan dan melakukan tekel bersih.
2. Kemampuan Bola Atas: Postur tinggi badannya (1,92 meter) membuatnya unggul dalam duel udara.
3. Insting Tajam dan Overlap: Seelt juga mahir dalam melakukan overlapping saat tim melakukan serangan balik.
4. Akurasi Umpan: Mampu memberikan umpan lambung akurat dan membangun serangan dari bawah.
5. Pengalaman di Liga Inggris: Pernah bermain di Divisi Championship bersama Sunderland.
6. Proyeksi Jangka Panjang: Usianya yang masih muda (22 tahun) membuatnya bisa menjadi investasi jangka panjang bagi Timnas Indonesia.











