Xi’an – Tim renang artistik Indonesia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dalam ajang World Aquatics Artistic Swimming World Cup 2026 di Xi’an, Cina, yang berlangsung pada 1-3 Mei 2026. Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) mengungkapkan bahwa nilai yang diraih para atlet Indonesia mengalami lonjakan tajam dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya.
Pasangan duet Amandha Mutiara Putri dan Mutiara Nur Azisah mencatat total nilai 138,9518 pada nomor duet free routine, naik drastis dari nilai 117,6008 yang mereka peroleh di SEA Games Thailand 2025. PB AI menilai kematangan teknik, presisi sinkronisasi, dan ekspresi artistik yang kuat menjadi kunci keberhasilan mereka. Selain itu, latihan intensif dan adaptasi terhadap sistem penilaian terbaru dari federasi internasional turut berkontribusi pada peningkatan tersebut.
Di nomor team free, tim Indonesia mempersembahkan koreografi baru bertajuk “The Spirit of Phinisi” yang mengangkat semangat maritim Indonesia. Penampilan ini berhasil meraih nilai 94,0175 berkat gerakan yang dinamis dan formasi yang solid, sehingga memukau para juri.
Sementara itu, Mutiara Nur Azisah mencatat debut internasional yang bersih di nomor solo free routine dengan nilai 145,1936 tanpa penalti, sebuah prestasi individu yang membanggakan bagi tim.
Tim akrobatik Indonesia juga berani mengeksplorasi konsep baru bernama “Magical Ball” yang menampilkan elemen lemparan dan tangkapan dengan tingkat kekompakan tinggi, sehingga memperoleh nilai 64,9000.
PB AI menilai hasil ini sebagai tanda positif bagi perkembangan renang artistik Indonesia. Peningkatan skor yang signifikan membuktikan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia dengan koreografi yang semakin kompleks dan kompetitif.
Selain itu, Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan target masuk enam besar.











