Munchen – Leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain (PSG) akan menjadi momen krusial untuk menentukan tim yang melaju ke final. PSG membawa keunggulan tipis 5-4 dari leg pertama yang berlangsung di Paris, namun Bayern yang bermain di kandang memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan.
Pertandingan leg pertama mencatat rekor sebagai semifinal dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions, yakni sembilan gol. Meski PSG unggul agregat, Bayern memiliki catatan positif saat bertanding di kandang, dengan lima kemenangan dari tujuh pertemuan melawan PSG di kompetisi Eropa.
Secara keseluruhan, Bayern masih unggul dalam rekor pertemuan dengan sembilan kemenangan dari 16 laga. Namun, kemenangan PSG di leg pertama memutus rentetan lima kekalahan beruntun mereka dari Bayern, menandai persaingan yang semakin ketat antara kedua tim.
Faktor utama yang menjadi sorotan adalah produktivitas gol kedua tim. PSG telah mencetak 43 gol, sementara Bayern mengoleksi 42 gol sepanjang musim ini di Liga Champions. Ini menjadi kali pertama dalam sejarah kompetisi dua tim mampu menembus angka 40 gol dalam satu musim yang sama.
Di kubu Bayern, Harry Kane menjadi andalan dengan torehan 13 gol musim ini. Kane bahkan sejajar dengan Lionel Messi dalam hal jumlah gol, yakni 53 gol dari 69 penampilan awal di Liga Champions. Ketajaman Kane diharapkan menjadi kunci bagi Bayern untuk membalikkan agregat.
Selain Kane, Luis Díaz juga memberikan kontribusi penting dengan konsistensi mencetak gol dalam beberapa laga terakhir. Tim asuhan Vincent Kompany dikenal produktif di kandang, dengan catatan minimal tiga gol dalam sebagian besar pertandingan musim ini. Semua faktor tersebut membuat laga di Munchen nanti sangat dinantikan sebagai penentu langkah menuju final Liga Champions.










