Jakarta – Perbedaan pandangan kontras ditunjukkan Shin Tae-yong dan Alex Pastoor terkait kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Shin Tae-yong tetap optimistis, sementara Alex Pastoor menilai target tersebut tidak realistis.
Shin Tae-yong, yang memimpin Timnas Indonesia hingga ronde ketiga kualifikasi, menyayangkan kegagalan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa masih ada harapan di masa depan.
“Saya ingin sampaikan memang sayang sekali kita gagal di babak keempat kualifikasi Piala Dunia tetapi sepak bola tidak berhenti di sana. Masih ada harapan. Masih ada langkah berikutnya,” ujar Shin Tae-yong, dikutip dari YouTube Goalpost Korea, Selasa (21/10/2025).
Pelatih asal Korea Selatan itu memimpin Skuad Garuda dalam 14 pertandingan, dengan catatan enam kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Puncak penampilannya adalah saat mengalahkan Arab Saudi 2-0 di Jakarta pada 19 November 2024.
Namun, PSSI secara tiba-tiba memecat Shin Tae-yong pada Januari 2025 dan menggantinya dengan Patrick Kluivert.
Berbeda dengan Shin Tae-yong, Alex Pastoor, yang menjadi asisten pelatih di era Patrick Kluivert, justru menilai target lolos ke Piala Dunia 2026 tidak realistis bagi Indonesia.
“Tim peringkat 119 dunia mencapai Piala Dunia bukanlah hal yang realistis,” ujar Alex Pastoor, dilansir BolaSport.com dari Voetbal International. “Itu tidak berhasil, dan itu menjadi jelas dengan cepat.”
Pastoor menambahkan, proyek pengembangan sepak bola Indonesia seharusnya berjangka panjang, bukan hanya mengejar Piala Dunia. “Di lapangan dan bersama staf, kami mencoba menjelaskan apa yang diharapkan, tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkan tim-tim sekaliber ini. Proyek ini seharusnya berlangsung lebih lama daripada hanya mengejar Piala Dunia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Timnas Indonesia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) di ronde keempat babak kualifikasi.











