Yogyakarta – Dua tim baru berhasil keluar sebagai juara pada Region Finals Campus League 2026 – Basketball Regional Jogja Season 1 yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia, Sleman. Soegijapranata Catholic University (SCU) meraih gelar juara di sektor putri setelah menundukkan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan skor telak 63-31. Sementara di sektor putra, UKSW sukses mengalahkan Universitas Semarang dengan skor 60-54.

Final putri berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. SCU mengandalkan strategi bertahan agresif dan transisi cepat yang membuat UKSW kesulitan mencetak angka, terutama pada 10 menit kedua saat performa UKSW menurun drastis. SCU pun memimpin jauh 39-21 di akhir quarter kedua.

Meski UKSW berupaya bangkit di quarter ketiga dengan dorongan dari kapten Lidwina Ruth Rianti Dwi Saputri, mereka tetap kesulitan mencetak poin dan sering kehilangan bola. SCU yang dipimpin oleh Erinindita Prias Madafa mempertahankan permainan kolektif yang efektif dan memperlebar jarak menjadi 22 poin. Dominasi SCU berlanjut hingga quarter keempat dan memastikan kemenangan 63-31 sekaligus gelar juara.

Pelatih SCU, Arief Djazuli, menegaskan bahwa mental menjadi faktor kunci kemenangan. Ia menyatakan, “Di pertandingan final, yang paling menentukan bukan lagi skill atau fisik, tapi mental. Selama mental anak-anak siap menghadapi pertandingan, saya yakin semuanya bisa berjalan sesuai rencana.”

Kapten SCU, Erinindita, menambahkan bahwa strategi bermain agresif sejak awal menjadi kunci keberhasilan timnya. “Pelatih menekankan kami harus langsung menekan lawan baik saat bertahan maupun menyerang. Strategi ini membuat lawan kesulitan mencetak poin,” ujarnya. Erin juga merupakan pemain Timnas Indonesia.

Di sektor putra, pertandingan final mempertemukan UKSW dan Universitas Semarang. Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling menekan. UKSW tampil lebih efektif dan unggul 31-20 di quarter kedua. Pada dua quarter terakhir, intensitas permainan meningkat dan terjadi kejar-kejaran poin hingga UKSW akhirnya menang 60-54.

Pelatih UKSW, Revan Jonathan, menyatakan kemenangan ini berkat strategi dan adaptasi terhadap gaya permainan lawan. “Awalnya anak-anak beradaptasi sehingga sempat kehilangan poin, tapi setelah itu fokus dan berhasil unggul. Kemenangan ini jadi motivasi sekaligus evaluasi karena kami akan menghadapi lawan lebih berat di The Nationals,” ujarnya.

Kapten UKSW, Brooklyn Raffael Tristan, mengungkapkan timnya sudah mempersiapkan pola permainan dengan matang dan tidak gentar menghadapi pemain asing lawan yang lebih tinggi. “Kami menganalisa permainan lawan dan fokus mengikuti instruksi pelatih. Terima kasih kepada Tuhan, pelatih, dan rekan setim atas kerja keras ini. Kami siap menghadapi The Nationals dan berharap memberikan penampilan terbaik,” katanya.

Kemenangan SCU dan UKSW membawa keduanya melaju ke The Nationals yang akan digelar di Jakarta pada 6-13 Juni 2026.

Selain pertandingan, ajang ini juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman antara Campus League dan Universitas Islam Indonesia (UII) untuk membangun ekosistem olahraga mahasiswa jangka panjang. CEO Campus League, Ryan Gozali, bersama Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, menandatangani kerja sama yang mendorong pembentukan tim olahraga almamater dan pembangunan stadion berstandar multi-cabor.

Ryan menjelaskan, “Kerja sama ini menjadi payung bagi UII untuk membentuk tim olahraga dan pada tahap lanjut membangun stadion standar Campus League. Kami ingin mengubah kompetisi dari format turnamen seri ke home and away yang membutuhkan stadion berstandar multi-cabor. Yogyakarta sebagai kota pelajar sangat potensial untuk pengembangan olahraga kampus.”

Kerja sama ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter mahasiswa sebagai “student-athlete plus” yang unggul akademik, berprestasi di lapangan, serta memiliki kepedulian sosial dan sportivitas tinggi. Rektor UII, Fathul Wahid, menilai kolaborasi ini mampu melahirkan atlet yang tidak hanya kompetitif tapi juga menjunjung nilai sportivitas dan kejujuran.

Sukses penyelenggaraan Campus League 2024 di UII menunjukkan antusiasme tinggi meski belum ada tim Yogyakarta yang juara. Tahun depan, rencananya akan dibentuk regional mandiri untuk mengakomodasi potensi olahraga kampus di kota pelajar ini.

Visi membangun ekosistem olahraga kampus juga didukung oleh Polytron sebagai mitra utama Campus League. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan, “Kami meluncurkan produk elektrifikasi kendaraan bermotor seperti Polytron Fox Electric sebagai solusi mobilitas masa depan mahasiswa. Nilai adaptif ini diharapkan mendorong mahasiswa berkembang dan berprestasi di akademik maupun olahraga.”

Dengan langkah strategis ini, Campus League dan mitra berharap dapat mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan adaptif di dunia olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *