Jakarta – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, memperlihatkan kemajuan signifikan dalam regenerasi atlet loncat indah. Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, menilai atlet lapis kedua kini mulai menunjukkan kemampuan teknis dan kekuatan yang mampu menyaingi para senior.

Ronaldy mengaku terkejut dengan peningkatan kualitas para atlet muda. Ia menyatakan, “Banyak kejutan dari atlet lapis kedua yang sudah memperlihatkan teknik dan power lebih baik, sampai membuat pelatih dan senior cukup terkejut.” Menurutnya, persaingan di setiap nomor kini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya, yang menjadi indikasi pembinaan berjalan sesuai arah yang diharapkan.

Jumlah peserta Kejurnas tahun ini juga mengalami lonjakan, dengan total 84 atlet dari 12 tim, terdiri atas 49 putra dan 35 putri. Penerapan sistem yang memperbolehkan satu daerah mengirim lebih dari satu tim berhasil memacu persaingan yang lebih sengit. Selain itu, dominasi DKI Jakarta dan Jawa Timur mulai mendapat tantangan dari daerah lain, menandakan pembinaan loncat indah semakin merata di berbagai wilayah Indonesia.

Hasil Kejurnas ini akan dijadikan bahan evaluasi nasional sekaligus dasar pemetaan untuk menyusun long list atlet potensial yang akan diproyeksikan mewakili Indonesia di ajang internasional. Ronaldy berharap tren positif ini terus berlanjut dengan pembinaan berkelanjutan agar Indonesia semakin kompetitif di tingkat Asia maupun dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *