Milan – Ruben Amorim dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk menukangi AC Milan. Kepastian ini disampaikan oleh sejumlah media Italia dan pakar transfer ternama, Fabrizio Romano, pada Senin (15/6/2026). Pelatih asal Portugal yang sebelumnya sempat menangani Manchester United tersebut diproyeksikan akan memimpin skuad I Rossoneri untuk durasi dua tahun hingga Juni 2028, dengan opsi perpanjangan kontrak hingga 2029.
Langkah ini diambil manajemen AC Milan setelah upaya mereka mengejar kandidat lain, seperti Oliver Glasner dari Crystal Palace dan Matthias Jaissle dari Al Ahli, menemui jalan buntu. Faktor finansial menjadi salah satu pertimbangan krusial bagi klub. Perekrutan Amorim dinilai lebih efisien secara biaya dibandingkan harus menebus klausul kompensasi Jaissle yang mencapai 10 hingga 11 juta euro. Amorim sendiri dilaporkan telah menolak tawaran dari Benfica karena memiliki keinginan besar untuk berlabuh di San Siro.
Romano mengonfirmasi bahwa saat ini perwakilan dari kedua belah pihak sedang dalam proses pertukaran dokumen resmi. Penandatanganan kontrak dijadwalkan akan segera rampung dalam hitungan hari, yang menandai dimulainya era baru di bawah kendali pelatih asal Portugal tersebut.
Kedatangan Amorim ke AC Milan diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam gaya permainan tim. Manajemen klub, yang dipimpin oleh Gerry Cardinale, mengharapkan adanya revolusi taktik agar AC Milan dapat tampil lebih agresif dan atraktif. Gaya permainan yang cenderung defensif di masa lalu akan digantikan dengan skema ofensif yang menjadi ciri khas Amorim, yakni formasi tiga bek seperti 3-4-3 atau 3-4-2-1.
Dalam skema taktiknya, Amorim sering menerapkan transformasi formasi di lapangan. Saat melakukan serangan, tim asuhannya dapat berubah menjadi formasi 3-2-5, bahkan 3-1-6 dalam situasi ultraofensif. Strategi ini menuntut peran aktif dari para pemain sayap dan gelandang untuk memberikan tekanan konstan ke area pertahanan lawan. Meskipun pola tiga bek sempat dianggap kurang berhasil saat diterapkan di Manchester United, kesuksesan taktik serupa di Liga Italia, seperti yang ditunjukkan oleh Gian Piero Gasperini dan Cristian Chivu, memberikan optimisme bagi AC Milan.
Namun, transisi ini tidak lepas dari kritik. Mantan kiper AC Milan, Simone Braglia, menyatakan keraguannya terhadap stabilitas manajemen klub saat ini. Braglia menyoroti kurangnya fokus dari jajaran petinggi, termasuk peran penasihat pemilik klub, Zlatan Ibrahimovic. Menurut Braglia, ketidaksiapan manajemen dalam menetapkan rencana jangka panjang yang jelas dapat menjadi hambatan besar bagi pelatih baru. Ia menilai bahwa siapapun yang menduduki kursi kepelatihan akan menghadapi tantangan berat karena absennya visi yang kohesif dalam struktur organisasi klub. Dengan peresmian yang tinggal menunggu waktu, publik kini menanti apakah Amorim mampu membuktikan kapabilitasnya dan membawa AC Milan kembali ke papan atas kompetisi domestik maupun Eropa.










