Manchester – Pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih kepala Manchester United (MU) berbuntut panjang. Manajemen klub dinilai gegabah dalam mengambil keputusan tersebut.

Padahal, di bawah asuhan Amorim, MU perlahan menunjukkan peningkatan performa. Meskipun belum sesuai harapan, Setan Merah berhasil merangsek ke peringkat enam klasemen sementara Liga Inggris usai bermain imbang dengan Leeds.

Kemarahan bos besar Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, disebut menjadi pemicu utama pemecatan Amorim.

Pelatih asal Portugal itu mengkritik hierarki klub setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds. Amorim bersikeras bahwa perannya di MU bukan hanya sebagai pelatih, melainkan juga manajer. Ia menginginkan keleluasaan dalam mengelola klub dan pemain, termasuk dalam hal transfer.

Amorim juga meminta manajemen klub untuk mengontrol para legenda MU yang menjadi pundit, seperti Gary Neville, agar tidak sembarangan mengkritik tim.

Sir Jim Ratcliffe dikabarkan murka atas pernyataan tersebut. Tanpa ampun, ia langsung memecat Amorim beberapa jam setelah pernyataan itu dilontarkan.

Sebagai pengganti sementara, mantan gelandang MU, Darren Fletcher, akan memimpin tim saat menghadapi Burnley pada pekan ke-21 Liga Inggris, Rabu (7/1) waktu setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *